MANDALIKA, radarntb.com – Ajang Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) Putaran 4 menghadirkan sejumlah penyesuaian regulasi baru yang mengadopsi standar pederasi balap motor dunia (FIM). Penerapan aturan baru ini dirancang untuk membekali para pembalap muda Indonesia agar siap bersaing di kejuaraan tingkat internasional.
Ketua Pelaksana Pertamina Mandalika Racing Series, Arif Syahbani, menjelaskan bahwa detail regulasi satandar FIM yang diperbarui mencakup berbagai aspek teknis dan tata cara balapan, mulai dari prosedur start, penerapan penalti atau sanksi pelanggaran, hingga skema kualifikasi.
“Ada beberapa regulasi baru yang kami terapkan di putaran keempat ini. Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada para pembalap bagaimana bertanding di tingkat internasional. Regulasi ini benar-benar disesuaikan dengan FIM,” ujar Arif saat ditemui di Sirkuit Mandalika, Sabtu (19/9/2026).
Salah satu penyesuaian teknis yang diberlakukan adalah prosedur start dari pit lane. Jika terdapat lebih dari 10 pembalap, proses start tidak lagi dilakukan secara bersamaan demi menjaga keselamatan.
Selain itu, skema kualifikasi juga mengalami perubahan pada Kualifikasi 2 (Q2). Jika sebelumnya Q2 hanya diikuti 10 pembalap, kini slot diperbanyak menjadi 14 pembalap, di mana 4 pembalap teratas dari Kualifikasi 1 (Q1) berhak merebut posisi tersebut. Aturan ini dibuat untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih kompetitif bagi para pembalap.
Arif menambahkan, pembaruan aturan ini menjadi sarana pembinaan yang krusial, terlebih sejumlah pembalap binaan di MRS diproyeksikan tampil pada ajang Moto4 Asia Cup yang digelar berbarengan dengan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP). Dari empat pembalap Indonesia yang berlaga di ajang tersebut, tiga di antaranya merupakan pembalap yang mengasah kemampuan di ajang MRS.
“Diharapkan dengan adanya aturan baru ini, mereka bisa lebih paham teknis dan regulasi internasional. Harapan kami para pembalap muda Indonesia bisa bersaing dan naik podium di ajang internasional nanti,” pungkasnya.
