SENGGIGI, radarntb.com — Yayasan Sudamala Bumi Insani bersinergi dengan Yayasan Pita Merah Muda Bali (Bali Pink Ribbon) menyelenggarakan kegiatan sosial deteksi dini kanker payudara bagi warga Desa Senggigi. Acara yang berlangsung pada Selasa (5/5) di Kantor Desa Senggigi ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di wilayah operasional mereka.
Ketua Yayasan Sudamala, Sri Nuka, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu pilar yayasan, yaitu sosial kemanusiaan.
“Kami ingin mewujudkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara. Ini adalah kelanjutan dari roadshow kami yang sebelumnya telah dilakukan di Flores dan Bali,” ujarnya.
Pembina Yayasan Sudamala I Wayan Suwastana menambahkan bahwa pemilihan kanker payudara sebagai fokus kegiatan didasari oleh tingginya kasus serta kurangnya pemahaman masyarakat, terutama kaum ibu, mengenai gejala awal penyakit ini.
“Visi besar kami adalah memberikan dampak nyata bagi lingkungan di mana Sudamala Resort berada. Kami bukan institusi medis, kami bergerak di industri pariwisata, namun kami merasa bertanggung jawab untuk menopang kehidupan sosial dan ekonomi warga sekitar,” tegas Pembina Yayasan Sudamala.
Dalam acara ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan fisik secara cuma-cuma, tetapi juga edukasi langsung dari ahli medis seperti:
-
Seminar Singkat: Dr. Manik, dokter onkologi dari Rumah Sakit Siloam, memberikan pemaparan mengenai bahaya dan pencegahan kanker.
-
Pemeriksaan Gratis: Melibatkan tenaga medis profesional dalam proses skrining awal.
-
Tindak Lanjut: Jika ditemukan indikasi medis, pasien akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan fasilitas BPJS atau rujukan ke rumah sakit umum daerah atau lainnya.
Manager Operasional Bali Pink Ribbon, Nancy, menekankan bahwa kanker payudara kini tidak hanya menyerang usia tua.
“Banyak anggapan bahwa pemeriksaan hanya perlu dilakukan di usia 40 atau 50 tahun, padahal saat ini usia 20-an pun sudah banyak yang terdeteksi. Kuncinya adalah jangan takut melangkah ke tenaga medis,” kata Nancy.
Kepala Desa Senggigi Mastur SE menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, Sudamala merupakan satu-satunya hotel di wilayah tersebut yang secara rutin mengadakan kegiatan sosial kesehatan bagi warga desa.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pilot project dan contoh bagi industri pariwisata lainnya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Semoga kolaborasi ini terus berkelanjutan demi tercapainya kesehatan masyarakat yang lebih baik,” ungkap Kepala Desa Senggigi.
Setelah di Desa Senggigi, tim yayasan dijadwalkan akan melanjutkan kegiatan serupa di Desa Medana, Lombok Utara, sebagai bagian dari rencana ekspansi program kemanusiaan mereka di wilayah Indonesia Timur.
