Lombok Barat – Yayasan Pondok Pesantern Darul Ishlah Ireng Lauq Jatisela Gunungsari Lombok Barat memperingati 9 tahun meninggalnya almarhum TGH Muktar Majidi dengan berbagai kegiatan. Acara puncak haul dengan Pengajian umum berlangsung di lingkungan Yayasan, Selasa (27/1/2026).
Di awali dengan rangkaian kegiatan Ziarah makam, khataman al quran, hingga santunan anak yatim. Acara puncak Haul ke-9 almarhum TGH Muktar Majidi, di isi dengan pengajian umum yang disampaikan oleh almukarram TGH Munajib Khalid Pimpinan Yayasan Al-Halimy Sesela, Gungsari Lombok Barat.
Peringatan Haul ke-9 almarhum TGH Muktar Majidi, turut dihari oleh pengasuh ponpes Al-Halimy Sesela, pimpinan Pondok Pesantren Darul Habibi Praya, Camat Gunung Sari, Kapala Desa Jatisela, Kepala Dusun Ireng Lauq, dan jamaah pengajian majlis taklim Darul Ishlah.
H. Kasful Watony selaku penerus dari pendiri Yayasan Darul Ishlah Ireng Lauq Jatisela mengatakan, perayaan haul kali ini dirangkaikan dengan peringatan Milad yang ke-40 berdirinya Majlis Taklim Darul Ishlah sejak 1986 silam.
Awal berdirinya Majlis Taklim ini ujar Watony, dirintis dari khalaqah khalaqah kecil dengan beberapa jamaah pengajian dengan menggunakan kitab perukunan, hingg seiring berjalannya waktu jamaah semakin bertambah.
“Atas inisiatif para jamaah dengan bermodalkan sumbangan seikhlasnya dan gotong royong jamaah maka berdirilah bangunan kecil berupa jajar, hingga berkembang pesat sampai saat ini dan pada tahun 2020 di bangunlah Yasan Pondok Pesantren Darul Ishlah”, ungkapnya.
Sementara itu, dalam tausiahnya TGH Munajib menyampaikan pesan kebaikan untuk para jamaah yang hadir dengan empat hal diantaranya: anjuran memuliakan tetangga, memuliakan tamu, berkata yang baik dan menghubungkan tali silaturrahmi.
“Pertama: barang siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka muliakanlah tetangga, kedua: barang siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka muliakanlah tamunya, ketiga: barang siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka berkatalah yang baik bila tidak sanggup maka sebaiknya diam, dan keempat: barang siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka selalu menghubungkan silaturahmi”, ujarnya. (Red)













