Banner Iklan Aruna

Kakanwil Kemenhaj NTB: 5.863 Jemaah Haji NTB Sudah Berada di Arafah, Skema Murur dan Tanazul Disiapkan

  • Bagikan
Kakanwil Kemenhaj NTB: 5.863 Jemaah Haji NTB Sudah Berada di Arafah, Skema Murur dan Tanazul Disiapkan
Kakanwil Kemenhaj NTB: 5.863 Jemaah Haji NTB Sudah Berada di Arafah, Skema Murur dan Tanazul Disiapkan

MATARAM, radarntb.com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Muhammad Amin, mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah haji asal NTB saat ini telah berhasil didorong dan berada di Arafah untuk bersiap melaksanakan ibadah wukuf.

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah telah merencanakan beberapa skema pergerakan jemaah menuju Arafah, guna mengantisipasi kepadatan selama fase puncak haji, khususnya dalam proses penurunan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina.

Dua skema utama yang disiapkan adalah skema Murur dan skema Tanazul.

H. Muhammad Amin menjelaskan secara detail mengenai teknis kedua skema tersebut:

Skema Murur: Jemaah haji akan melewati wilayah Muzdalifah di dalam bus tanpa turun, kemudian langsung didorong dan dropping menuju tenda di Mina.

Skema Tanazul: Skema ini dikhususkan bagi jemaah yang mendapatkan prioritas atau memerlukan perlakuan khusus. Jemaah dalam kategori ini akan langsung diantar atau didorong kembali ke hotel tempat mereka menginap. Dari hotel, mereka baru akan dimobilisasi untuk melaksanakan prosesi melontar jumrah (jamarat).

“Untuk memfasilitasi jemaah kita yang sakit agar tetap bisa melaksanakan wukuf, petugas di Arab Saudi juga telah menyiagakan ambulans guna mendukung pergerakan mereka selama prosesi wukuf di Arafah,” ujar Amin.

Secara umum, Amin menyebutkan bahwa mayoritas jemaah haji NTB dalam kondisi sehat. Berdasarkan pantauan video dokumentasi pemberangkatan, para jemaah tampak bugar. Meski demikian, faktor cuaca ekstrem dan suhu yang sangat tinggi di Arab Saudi memicu penurunan stamina pada beberapa jemaah.

Keluhan umum yang banyak dihadapi jemaah antara lain adalah batuk dan pilek. Kendati demikian, Tim Tenaga Kesehatan (Nakes) secara berkala terus melakukan visitasi periodik untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau dengan baik.

Terkait data jemaah yang meninggal dunia, Amin menegaskan bahwa informasi satu pintu kini dikelola langsung oleh Kementerian Pusat agar datanya selaras secara nasional.

Namun, berdasarkan catatan sementara dari petugas pendamping di lapangan, terdapat 5 orang jemaah haji asal NTB yang dilaporkan wafat di tanah suci.

Jemaah yang wafat tersebut diketahui berasal dari beberapa wilayah, antara lain Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Sumbawa Barat. Kronologis lengkap mengenai wafatnya para jemaah tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pusat.

Pada musim haji kali ini, NTB memiliki total alokasi kuota sebanyak 5.864 orang, yang mencakup jemaah reguler, lansia, jemaah dari KBIHU, PHD, serta petugas haji.

Dari total kuota tersebut, terdapat dinamika selama proses pemeriksaan kesehatan lanjutan di Embarkasi Lombok.

Sebagian jemaah yang sempat mengalami penundaan berhasil diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah kondisi kesehatan mereka membaik.

Namun, tercatat ada 3 orang jemaah yang dinyatakan tidak istitha’ah (tidak memenuhi syarat kesehatan) sehingga gagal berangkat.

Posisi mereka kemudian digantikan oleh jemaah cadangan untuk mengisi open seat yang tersedia.

Selain itu, terdapat satu orang jemaah yang diusulkan untuk berangkat pada kloter terakhir.

Sayangnya, karena pengajuan tersebut dinilai terlalu mepet dengan waktu persiapan Armuzna, sistem pengajuan visa dari pihak Arab Saudi sudah resmi ditutup.

Jemaah yang batal berangkat tersebut diketahui mengalami kendala kesehatan berat, di antaranya akibat patah tulang pinggul, menderita stroke berat, dan mengalami demensia (kondisi penurunan daya ingat dan gangguan komunikasi).

Jemaah yang batal berangkat tahun ini akan berstatus Batal Tunda. Nomor porsi mereka akan muncul kembali pada musim haji tahun berikutnya untuk diproses ulang, dengan catatan status kesehatannya telah dinyatakan istitha’ah.

Dengan adanya satu jemaah yang visanya tidak dapat diterbitkan tersebut, maka total jemaah haji asal NTB yang resmi berangkat dan saat ini bersiap melaksanakan wukuf berjumlah 5.863 orang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *