LOMBOK TENGAH, radarntb.com — Pihak penyelenggara Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) memastikan bahwa penentuan jadwal balapan musim ini telah melalui koordinasi matang bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Penyelenggara MRS putaran 2, Arif Syahbani, menjelaskan bahwa penyusunan jadwal tersebut disesuaikan dengan rilis resmi kalender balap para pebalap.
“Kami mengajukan tanggal tersebut dan bersyukur sudah disetujui (approved) oleh IMI, serta disinkronisasikan dengan MGPA. Pemilihan tanggal 24 Juli ini dinilai sangat pas karena memberikan ruang bagi para pebalap untuk melakukan latihan dan setup motor terbaik sebelum mereka terjun ke ajang ARRC (Asia Road Racing Championship),” kata Arif Syahbani, Sabtu (20/6/2026)
Hal utama yang membedakan gelaran MRS putaran 2 tahun 2026 ini dengan musim-musim sebelumnya adalah fokus pembinaan pada kelas junior yang kini dibuat bertahap dan terstruktur berdasarkan usia serta kapasitas mesin motor. Penjenjangan ini sengaja dibuat agar pebalap muda tidak langsung dipaksa bertanding di kelas Pro.
Ada dua kelas junior utama yang menjadi wadah pembinaan saat ini:
-
Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) 150cc: Diikuti oleh pebalap muda dengan usia di bawah 15 tahun (U-15). Sekitar 30 pebalap tercatat meramaikan kelas ini.
-
Junior Sport 250cc: Ditujukan bagi pebalap dengan usia di bawah 18 tahun (U-18). Kelas ini merupakan kategori baru yang baru dibuka pada musim ini.
“Melalui tahapan ini, pebalap U-15 yang tahun lalu sudah ikut dan bahkan ada yang menjadi Juara Nasional, tahun ini bisa naik berjenjang ke kelas U-18. Jadi, jenjang karier mereka jelas, diukur berdasarkan kapasitas motor dan usia mereka,” tambah Arif.
Edukasi regulasi dan atmosfer sirkuit internasional di MRS juga menarik minat para pebalap dari ajang seperti Motoprix (khususnya kategori Mini Sport) untuk merasakan pengalaman balap dengan motor ber-cc besar.
Meskipun kompetisi baru berjalan dua putaran dan para pebalap masih meraba setup motor yang sesuai dengan postur tubuh mereka, potensi-potensi besar sudah mulai terlihat di lintasan.
Salah satu talenta muda yang mencuri perhatian adalah anak dari mantan pebalap nasional, Fadly, yang baru berusia 10 tahun namun sudah menunjukkan potensi luar biasa di kelas junior ini.
Pihak penyelenggara menegaskan tugas mereka adalah memfasilitasi wadah kompetisi yang menjunjung tinggi fair play dengan regulasi yang seragam dan mengacu pada standar IMI.
Kesiapan mental dan teknis di MRS diharapkan menjadi modal berharga bagi mereka saat dikirim ke ajang internasional seperti Moto4 di Eropa, Thailand Talent Cup, maupun R3 Blu Cru Asia Pasifik.













