LOMBOK UTARA, radarntb.com – Budaya baru di Kepolisian Resor (Polres) Lombok Utara, mereka secara resmi meluncurkan program “Membaca 2 Lembar Sehari” pada Selasa (15/7/2025).
Acara diawali dengan sambutan hangat dari para pejabat terkait, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama, sebagai komitmen diri sendiri untuk terus membaca.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Polres Lombok Utara, sejalan dengan program literasi nasional Polri.
Acara peluncuran yang digelar di Lapangan Apel Tatag Trawang Tungga Polres Lombok Utara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta S.I.K., Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta, perwakilan Forkopimda Lombok Utara, Dandim, mahasiswa, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, secara langsung meresmikan program ini. Ia menyampaikan antusiasmenya terhadap ide yang awalnya digagas oleh Bhayangkari ini.
“Awalnya program ini akan diterapkan di Bhayangkari saja oleh Ibu, namun karena melihat ini bagus maka saya berinisiatif untuk menerapkannya di seluruh Polres,” ujar Kapolres.
Program “Membaca 2 Lembar Sehari” ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang mengakar di Polres Lombok Utara dan bahkan menular ke masyarakat luas, terutama generasi muda. Tujuannya adalah melahirkan individu yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
“Dengan membaca, skill, pengetahuan, dan kemampuan kita akan terus bertambah, dan dapat membantu kinerja kepolisian lebih baik lagi,” harap Kapolres.
Ketua Bhayangkari Lombok Utara Ny. Heny Agus Purwanta, sekaligus inisiator program, menjelaskan bahwa “Membaca 2 Lembar Sehari” adalah titik awal untuk membiasakan dan membudayakan kegemaran membaca.
“Pemula tidak mungkin kita paksakan membaca satu buku dalam sehari, harus mulai dari yang terkecil dulu, lama-kelamaan akan terbiasa,” katanya.
Ia juga menyoroti rendahnya minat baca di Lombok Utara berdasarkan survei Dinas Perpustakaan, di mana hanya 3% masyarakat yang rutin membaca buku.
“Jika kita tidak mulai untuk meningkatkannya dari sekarang, kapan lagi.?,” cetusnya.
Program ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Lombok Utara, Muhammad, yang mewakili Bupati, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi dan misi bupati.
“Dengan memperbanyak referensi dan literasi maka kabupaten ini akan menjadi maju,” ungkapnya.
Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (Dikbudpora) Lombok Utara juga menunjukkan ketertarikan untuk mengadopsi program ini di lingkungan dinas dan sekolah-sekolah.
“Kami sangat tertarik dengan program ini, budaya membaca memang sudah kami terapkan, namun dua lembar sehari ini akan kita coba terapkan di internal, sekolah, dan di masyarakat,” kata Kabid PAUD Dikbudpora Lombok Utara, Aluh Nursehan yang hadir dalam acara launching itu.
Kabag SDM Polres Lombok Utara, Agus Rahman, menjelaskan teknis pelaksanaan program ini. Setiap hari setelah apel pagi, seluruh personel Polres dan Polsek diwajibkan membaca dua lembar buku sebelum memulai aktivitas.
Dijelaskan, untuk mendukung keberlanjutan program ini, Polres Lombok Utara juga akan melengkapi fasilitas buku di perpustakaan polres.
Selain itu dijelaskan juga bahwa buku yang dibaca, bisa buku konvensional atau buku elektronik yang dapat diakses pada perpustakaan nasional dan international.
“Buku yang dibaca bebas, bisa buku konvensional dan buku elektronik atau buku yang beredar di masyarakat,” pungkasnya













