Banner Iklan Aruna

Di Balik Aspal Mandalika: Misi Priandhi Satria Memastikan Kesempurnaan Sirkuit untuk 2026

  • Bagikan
Di Balik Aspal Mandalika: Misi Priandhi Satria Memastikan Kesempurnaan Sirkuit untuk 2026
Di Balik Aspal Mandalika: Misi Priandhi Satria Memastikan Kesempurnaan Sirkuit untuk 2026

THE MANDALIKA, radarntb.com – Sirkuit internasional bukan sekadar lintasan balap; ia adalah organisme hidup yang butuh perawatan ekstra agar tetap prima, di awal Januari 2026 ini, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, turun langsung ke lintasan untuk melakukan inspeksi mendalam di Pertamina Mandalika International Circuit.

Bukan sekadar jalan-jalan, ini adalah misi memastikan setiap detail—mulai dari pori-pori aspal sirkuit hingga serat kabel terkecil—siap menyambut kalender balap dunia tahun 2026 ini.

Perang Melawan Cuaca dan Beban Lintasan Sorotan pertama jatuh pada permukaan aspal. Priandhi menunjukkan bahwa tantangan terbesar sirkuit tropis adalah cuaca dan intensitas penggunaan.

“Air hujan yang masuk ke pori-pori bisa merusak struktur batuan dari dalam,” jelas pria yang akrab disapa Andhi Satria ini.

Ia tak menampik adanya pengelupasan di beberapa titik akibat tingginya aktivitas sepanjang 2025, mulai dari Mandalika Racing Series hingga track day.

Namun, MGPA bergerak cepat dengan metode patching sistematis dan pengecatan ulang khusus. Tujuannya satu: memastikan air hujan mengalir keluar, bukan meresap ke dalam.

Saraf Digital di Balik Dinding Bergerak ke arah pit wall, Andhi menyoroti “saraf” sirkuit—kabel fiber optik. Kabel-kabel inilah yang mengirim data sensor track limit, sinyal bendera digital, hingga panel informasi gantry.

Menariknya, MGPA kini melakukan penataan ulang agar kabel-kabel ini terlindung dari radiasi UV dan hujan.

“Kabel outdoor sekalipun bisa getas jika terpapar panas ekstrem. Sekali patah, sensor mati,” tegasnya.

Detail Kecil yang Menyelamatkan Nyawa Aspek keselamatan tidak luput dari pandangan. Dari pengecekan rutin tabung pemadam api—yang harus dikocok setiap tiga bulan agar bubuknya tidak menggumpal—hingga pemberian warna oranye cerah pada area slim door.

Warna oranye ini bukan sekadar estetika, melainkan kode keras bagi kru media dan fotografer bahwa area tersebut memiliki aturan keselamatan ketat.

“Kami ingin memastikan semua orang di sini aman, dan setiap sistem berfungsi 100% sebelum lampu hijau menyala,” tutup Priandhi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *