LYON, PRANCIS, radarntb.com – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melakukan langkah strategis di panggung internasional. Tak sekadar menghadiri FIM Commissions Conference di Lyon, Prancis pada 5–8 Februari 2026, delegasi Indonesia yang dipimpin Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, sukses menyulap forum regulasi tersebut menjadi ajang promosi pariwisata Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Priandhi Satria menegaskan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya sekadar lintasan aspal, melainkan jembatan bagi dunia untuk mengenal kekayaan alam dan budaya Indonesia.
“Lombok jauh lebih dari sekadar sirkuit balap. Mandalika adalah bagian dari ekosistem pariwisata dengan keindahan alam luar biasa dan budaya autentik. Itulah identitas yang kami perkenalkan kepada dunia,” ujar Priandhi.
Bawa “Surga” Lombok ke Forum Motorsport Di sela-sela agenda formal, tim MGPA gencar membagikan materi promosi berupa majalah dan brosur komprehensif. Isinya bukan hanya teknis sirkuit, melainkan pesona Pantai Seger, Bukit Merese, hingga keunikan budaya masyarakat Sasak.
Langkah ini bertujuan agar para delegasi FIM dari berbagai negara pulang dengan gambaran visual yang kuat tentang potensi sport tourism di Indonesia. Kalender event 2025–2026 seperti MotoGP, WorldSBK, hingga Mandalika Racing Series (MRS) turut dipaparkan sebagai bukti keberlanjutan kawasan.
Mandalika Sebagai Etalase Bangsa Bagi MGPA, forum ini adalah ruang diplomasi. Priandhi menyebutkan bahwa respons para delegasi sangat positif, bahkan banyak yang tertarik menjadikan Mandalika sebagai referensi pengembangan sport tourism berbasis sirkuit.
“Dulu kita hanya penonton, hari ini kita tuan rumah. Ini soal harga diri bangsa. Kami ingin ketika orang menyebut MotoGP Mandalika, yang terbayang bukan hanya tikungan, tapi laut biru, budaya Sasak, dan keramahan kita,” tegasnya.
Melalui soft diplomacy di Lyon, MGPA berharap Mandalika terus menjadi etalase Indonesia modern yang profesional tanpa meninggalkan akar budaya. Targetnya jelas: dunia datang ke Mandalika tidak hanya untuk balapan, tetapi untuk merasakan pengalaman penuh tentang Indonesia.













