MATARAM, radarntb.com — Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) Mandalika 2026 yang tinggal menghitung hari, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB bersama ITDC menggelar simulasi dan pemeriksaan kesiapan armada shuttle bus gratis di Kota Mataram, Senin (5/9/2026).
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Ervan Anwar, M.M., menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan sebanyak 42 unit kendaraan dari berbagai ukuran untuk melayani para penonton MotoGP.
“Kaitan dengan pelayanan kita di Dinas Perhubungan atau Pemprov NTB untuk shuttle bus gratis MotoGP 2026 ini, kita menyiapkan 42 unit kendaraan. Ada yang bus besar berkapasitas 45–50 tempat duduk, bus sedang berkapasitas 32–35 tempat duduk, hingga bus kecil berkapasitas 15 tempat duduk. Total potensi daya tampungnya diperkirakan mencapai 2.500 tempat duduk,” ujar Ervan Anwar saat ditemui di lokasi simulasi.
Ervan menegaskan seluruh unit shuttle bus wajib melalui proses ramp check terlebih dahulu untuk memastikan kelaikan jalan demi menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para penumpang.
Pada gelaran tahun 2026 ini, Dishub NTB memutuskan untuk memindahkan titik keberangkatan utama penonton dari Kota Mataram. Jika tahun-tahun sebelumnya dipusatkan di eks-Bandara Selaparang, kini dipindahkan ke depan Bale Kita di kawasan Islamic Center (IC) Mataram.
Ervan mengungkapkan alasan utama pemindahan titik tersebut adalah untuk mempercepat waktu tempuh menuju sirkuit dan menghindari potensi kemacetan.
“Pertama, untuk mempersingkat waktu karena ada beberapa titik perbaikan infrastruktur di kawasan Ampenan yang cenderung menimbulkan kemacetan. Selain itu, pada hari Minggu ada kegiatan Car Free Day di Jalan Udayana sehingga armada tidak bisa langsung melintas. Kedua, kami ingin memperkenalkan Bale Kita sebagai wadah penampungan produk-produk UMKM lokal, sehingga penonton bisa berbelanja sambil menunggu bus,” jelasnya.
Selain di Kota Mataram, Dishub NTB juga menyediakan tiga titik keberangkatan tambahan lainnya, yakni di Lembar, Senggigi, dan Bangsal. Titik-titik ini disiapkan khusus untuk memfasilitasi penonton yang datang dari luar daerah seperti Bali dan Surabaya.
Untuk menjaga ketertiban arus penumpang, masyarakat atau penonton yang sudah meregistrasikan tiketnya di posko pendaftaran akan diberikan gelang khusus shuttle bus.
“Gelang ini diprioritaskan terutama saat kepulangan penonton dari sirkuit. Ada dua warna gelang, yaitu merah dan hijau, yang disesuaikan dengan stiker pada bus dan lokasi kantong parkir tujuan di sirkuit (Parkir Timur dan Parkir Barat) agar penonton tidak tertukar atau tercecer,” tambah Ervan.
Dari sisi keamanan dan kenyamanan armada, Dishub NTB menyiagakan fasilitas penunjang lengkap di dalam bus:
-
Fasilitas Keselamatan Internal: Setiap armada bus dilengkapi dengan pendingin udara (AC), palu pemecah kaca darurat, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta kamera CCTV yang terhubung langsung ke pusat komando (RAMBRI).
-
Petugas Pendamping (PIC): Masing-masing bus didampingi oleh petugas Person in Charge (PIC) terlatih dari Dishub yang siap membantu jika terjadi kendala di jalan.
-
Aturan Naik-Turun Penumpang: Penonton dilarang keras naik atau turun di tengah jalan. Penumpang hanya diperbolehkan naik dari titik keberangkatan resmi dan turun langsung di kantong parkir kawasan Sirkuit Mandalika.
Layanan shuttle bus gratis ini melayani penonton dengan jadwal operasional sebagai berikut:
-
Jadwal Keberangkatan (Menuju Sirkuit): Pukul 07.00 – 12.00 WITA
-
Jadwal Pemulangan (Kembali dari Sirkuit): Pukul 15.00 – 22.00 WITA
Kadishub NTB mengimbau masyarakat untuk datang tepat waktu dan senantiasa memakai gelang akses resmi yang telah diberikan agar proses kepulangan berjalan lancar dan tidak tertinggal armada terakhir.













