Banner Iklan Aruna

Geger! Penemuan Mayat Perempuan di Pantai Pandanan Lombok Utara, Polairud Polda NTB Lakukan Evakuasi

  • Bagikan
Geger! Penemuan Mayat Perempuan di Pantai Pandanan Lombok Utara, Polairud Polda NTB Lakukan Evakuasi
Geger! Penemuan Mayat Perempuan di Pantai Pandanan Lombok Utara, Polairud Polda NTB Lakukan Evakuasi

LOMBOK UTARA, radarntb.com – Warga Dusun Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan di pesisir Pantai Pengempus Pandanan, tepatnya di area pantai PT. KALACYA pada Minggu pagi (18/01/2026).

Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, S.IK, MH, melalui Komandan Kapal Polisi XXI-1004, Bripka Ramli Akhmad, S., membenarkan kejadian tersebut. Laporan diterima dari warga sekitar pukul 10.00 WITA.

Kronologi Kejadian: Penemuan bermula saat seorang saksi, Maemon Supriadi (36), sedang melakukan pengecekan lahan dan menyisir pinggir pantai sekitar pukul 09.15 WITA.

Saat hendak mengambil video di area tersebut, ia dikagetkan dengan sosok mayat yang tergeletak di pasir pantai.

“Saksi melihat korban hanya mengenakan celana dalam dan kaos kaki putih, serta mengenakan kalung dan gelang di tangan sebelah kanan,” ujar Bripka Ramli Akhmad.

Mengetahui hal tersebut, saksi segera menghubungi Kepala Dusun Pandanan, Muhammad Yusran, yang kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Identitas Korban Setelah dilakukan identifikasi awal di lokasi, korban yang semula disebut sebagai “Mrs. X” akhirnya diketahui identitasnya. Korban bernama Levi (35), asal Surabaya yang berdomisili di Gunung Sari, Lombok Barat.

Tindakan Kepolisian Merespons laporan tersebut, Anggota Kapal XXI-1004 dan Kapal XXI-2015 Dit Polairud Polda NTB Pangkalan Teluk Nara segera mendatangi lokasi kejadian.

Tim gabungan yang terdiri dari Dit Polairud Polda NTB, Basarnas, dan Polsek Pemenang langsung mengamankan TKP dan mengevakuasi korban.

“Saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Bhayangkara Mataram untuk proses autopsi dan identifikasi lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian korban,” tutup Bripka Ramli.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *