LOTIM, radarntb.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Gubernur Lalu Muhamad Iqbal meluncurkan sebuah program inovatif Ambulans Gratis dan Persiapan Pembangunan Bypass Port to Port, menegaskan komitmen infrastruktur besar.
Bertempat di Pelabuhan Kayangan pada Jumat (12/12), Gubernur meresmikan layanan penyeberangan feri tanpa biaya (gratis) khusus untuk ambulans, baik yang digunakan untuk merujuk pasien maupun membawa jenazah.
Pada momen penting ini, Gubernur Iqbal juga memastikan bahwa Pemerintah Daerah akan bergerak maju dengan rencana ambisius untuk memulai pembangunan jalan Bypass Port to Port yang menghubungkan Pelabuhan Lembar dan Kayangan, dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027.
Dalam pidato peresmian, Gubernur menekankan pentingnya mengubah citra pelabuhan sebagai gerbang utama pariwisata NTB. Ia menyoroti bahwa seringkali penumpang disuguhkan kesan gersang dan kurang nyaman karena minimnya penghijauan.
“Kesan pertama yang didapat saat tiba di dermaga seringkali adalah suasana yang tandus. Penumpang sudah merasa lelah bahkan sebelum mereka menyeberang. Padahal, jika pelabuhan ditata dengan baik dan dihijaukan, perjalanan menyeberang bisa menjadi bagian dari pengalaman wisata yang menyenangkan,” katanya.
Mengenai program penyeberangan gratis bagi ambulans, Gubernur menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak di ekosistem penyeberangan Kayangan dan Poto Tano atas semangat solidaritas mereka.
Ia berharap inisiatif mulia ini dapat terus berjalan seiring dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar pelayanan dan kualitas infrastruktur pelabuhan di seluruh NTB.
Gubernur juga memaparkan cetak biru (blueprint) transformasi transportasi yang lebih luas. Proyek utama adalah pembangunan jalan Bypass Port to Port yang akan memangkas waktu tempuh antara Lembar dan Kayangan. Saat ini, perjalanan tersebut bisa memakan waktu hingga enam jam di tengah kondisi lalu lintas padat.
“Studi kelayakan untuk jalan Port to Port ini akan rampung pada akhir tahun. Tahun depan, kami akan fokus pada Detail Engineering Design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan proses pembebasan lahan. Dengan izin Allah, pekerjaan konstruksi akan dimulai pada tahun 2027,” jelasnya.
Dengan beroperasinya Bypass Port to Port, waktu tempuh antara Lembar dan Kayangan diperkirakan akan turun drastis, menjadi hanya sekitar 1 jam 45 menit hingga 2 jam.
Gubernur meyakini ini akan memperlancar mobilitas wisatawan dan secara signifikan meningkatkan frekuensi serta efisiensi aktivitas penyeberangan antar pulau.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh pejabat penting daerah, termasuk Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar, Kepala Dinas Sosial Nunung Triningsih, Kepala Dinas Kominfotik Yusron Hadi, dan GM ASDP Kayangan Erlisetya Wahyudi.
