MATARAM, RadarNTB.com – Penantian panjang ribuan guru di bawah naungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya menemui titik terang. Polemik keterlambatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun anggaran 2025 dipastikan akan segera tuntas dalam hitungan hari.
Pemerintah Provinsi NTB melalui Juru Bicaranya, Dr. H. Ahsanul Khalik (Aka), menegaskan bahwa proses pencairan TPG dan THR sedang dalam tahap finalisasi dan ditargetkan mulai diajukan ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) pada Kamis pekan ini.
Menanggapi riuhnya keluhan para pahlawan tanpa tanda jasa di media sosial, Aka meluruskan bahwa keterlambatan ini murni karena kendala teknis administrasi dan mekanisme pergeseran anggaran, bukan unsur kesengajaan atau kelalaian.
Berbeda dengan kabupaten/kota yang dananya masuk sebelum penetapan APBD, dana untuk guru provinsi baru mendarat di kas daerah setelah APBD 2026 diketuk. Hal ini mengharuskan Pemprov menempuh jalur “pergeseran anggaran” agar pembayarannya sah secara hukum.
“Kami memahami kegelisahan para guru. Namun, pergeseran anggaran ini tidak bisa dilakukan sepihak oleh satu OPD, melainkan kolektif. Kami ingin memastikan tidak ada kesalahan administrasi yang berisiko hukum di kemudian hari,” jelas Dr. Aka, Senin (23/2/2026).
Selain kendala waktu masuknya dana, Pemprov juga harus melakukan konsolidasi internal karena adanya kekurangan anggaran sebesar lebih dari Rp1 miliar agar seluruh guru menerima haknya secara utuh sesuai data.
Aka menjamin bahwa tidak ada satu pun guru yang haknya akan terabaikan. Seluruh proses penginputan data oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini tengah dikebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Pemprov NTB menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh guru atas ketidaknyamanan yang terjadi selama awal tahun 2026 ini.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para guru, mulai dari ujung barat Pantai Pondok Perasi Ampenan hingga ujung timur pesisir Sape, Bima. Mohon bersabar sedikit lagi, InsyaAllah Kamis ini sudah mulai proses pengajuan pencairan ke BKAD,” pungkas pria yang akrab disapa Aka ini.
Dengan kepastian ini, diharapkan tensi kegelisahan para guru di NTB mereda dan mereka dapat kembali fokus mencerdaskan anak bangsa dengan tenang.
