MATARAM, RadarNTB.com – Lapangan Bharadaksa Polda NTB mendadak ramai oleh keceriaan puluhan siswa-siswi SD IT Yarla Batujai, Selasa (05/05/2026). Kehadiran mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengikuti kegiatan Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) yang dikemas secara interaktif dan edukatif.
Polda NTB berkomitmen membentuk karakter disiplin masyarakat sejak usia dini. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohamad Kholid, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan agar anak-anak memandang aturan lalu lintas sebagai kebutuhan, bukan beban.
“Kami ingin adik-adik mengenal aturan jalan raya sebagai kunci keselamatan bersama. Sejak dini mereka harus paham bahwa disiplin adalah pelindung nyawa,” ungkap Kombes Pol Mohamad Kholid.
Dalam sesi yang berlangsung seru, puluhan siswa-siswi SD IT Yarla Batujai ini tidak hanya duduk mendengarkan teori.
Petugas di lapangan langsung memberikan simulasi safety riding, termasuk etika saat dibonceng motor dan peringatan penggunaan sepeda listrik yang kini marak digunakan anak-anak.
Petugas menekankan pentingnya penggunaan helm standar (SNI) serta pengenalan fungsi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APIL) agar anak-anak tidak asing dengan marka jalan saat berada di ruang publik.
Menariknya, Polda NTB tidak hanya bicara soal aspal dan kendaraan. Di tengah maraknya isu sosial, kepolisian menyisipkan materi perlindungan anak yang sangat krusial, antara lain:
-
Pencegahan Perundungan (Bullying): Mengajak siswa untuk saling menghargai dan memutus rantai kekerasan di sekolah.
-
Keselamatan Transportasi: Larangan penggunaan odong-odong di jalan raya demi keamanan.
-
Gerakan ‘Rise and Speak’: Edukasi berani bicara terhadap tindakan kekerasan seksual pada anak.
“Polri hadir untuk perlindungan anak secara menyeluruh. Lewat gerakan ‘Rise and Speak’, kami mendorong anak-anak, guru, hingga orang tua untuk berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan,” tegas Kombes Pol Mohamad Kholid.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang penuh antusias. Harapannya, pemahaman ini dibawa pulang oleh siswa ke lingkungan keluarga masing-masing, sehingga tercipta Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di NTB.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, mempertegas kedekatan Polri dengan generasi penerus bangsa melalui program “Polisi Sahabat Anak”.
