Banner Iklan Aruna

Mengenal Jaleela, Brand Kebaya Lokal Asal Lombok yang Merambah Pasar Mancanegara

  • Bagikan
Mengenal Jaleela, Brand Kebaya Lokal Asal Lombok yang Merambah Pasar Mancanegara
Mengenal Jaleela, Brand Kebaya Lokal Asal Lombok yang Merambah Pasar Mancanegara

MATARAM, radarntb.com — Kebaya tidak sekadar selembar kain, melainkan simbol identitas dan bagian dari warisan budaya perempuan Indonesia. Berangkat dari keresahan akan mulai tergerusnya eksistensi kebaya akibat dominasi busana modern—serta munculnya persepsi bahwa kebaya terkesan overdress, ribet, dan hanya cocok untuk acara tertentu—brand lokal asal Lombok, Jaleela, hadir membawa angin segar.

Jaleela didirikan dengan misi menghidupkan kembali tradisi berkebaya di kalangan perempuan modern. Melalui konsep desain yang relevan, Jaleela mengeksplorasi perpaduan unsur tradisional dengan sentuhan modern yang simpel namun elegan.

“Keresahan awal kami adalah kebaya mulai dianggap kaku dan tidak praktis untuk kehidupan sehari-hari. Lewat Jaleela, kami ingin menunjukkan bahwa kebaya bisa tetap eksis dan relevan dengan selera fashion generasi muda tanpa kehilangan nilai tradisionalnya,” ungkap SPV Jaleela Elsa Manora Anggi, Rabu (12/8/2026).

Meski memusatkan seluruh proses produksi dan brand house-nya di Lombok dengan memberdayakan para penjahit serta fashion designer lokal, jangkauan Jalila kini tidak lagi terbatas di NTB atau Indonesia saja.

Jaleela telah menjalin kemitraan strategis dengan jasa ekspedisi JNE sejak tahun 2019. Kolaborasi lintas bidang antara ekspedisi dan industri fashion ini menjadi jembatan utama Jalila dalam mendistribusikan produk-produknya ke seluruh penjuru Nusantara hingga pasar internasional.

“Kerja sama kami dengan JNE mencakup pengiriman barang ke berbagai daerah hingga mancanegara. Sejauh ini, pasar ekspor utama kami melalui pengiriman pesanan menyasar negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, bahkan pernah menjangkau Thailand, Vietnam, hingga Iran,” jelasnya.

Untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas khususnya anak muda, Jaleela kini merambah ke konsep multi-brand dengan menghadirkan beberapa sister brand, antara lain:

  • Mera Enjener: Menyediakan busana kebaya yang lebih kasual, simpel, tanpa payet, dan ramah untuk penggunaan sehari-hari generasi muda.

  • Jalila: Fokus pada produk kebaya formal untuk momen-momen spesial seperti kelulusan (graduation), pertunangan (engagement), dan acara resmi lainnya dengan detail payet yang anggun.

  • Sehastaras: Koleksi eksklusif dengan kualitas material premium untuk pasar yang menginginkan tampilan lebih eksklusif.

Satu set kebaya Jaleela dan sister brand-nya dibanderol bervariasi, mulai dari kisaran Rp200 ribuan hingga Rp1 jutaan ke atas untuk koleksi eksklusif. Selain menyediakan produk ready-to-wear (ukuran S-M dan L-XL), Jalila juga melayani pemesanan custom size dan custom design langsung di toko offline mereka.

 “Kami tidak memproduksi barang secara masal dalam jumlah besar. Hal ini untuk menjaga eksklusivitas agar pelanggan merasa percaya diri dan tidak perlu khawatir ‘kembaran’ saat menghadiri suatu acara,” tambahnya.

Tidak hanya berfokus pada penjualan produk secara e-commerce dan offline, Jaleela yang berlokasi di area Leselab Lombok ini juga menghadirkan experience bagi masyarakat sekitar. Secara rutin (minimal dua kali dalam sebulan), Jalila menggelar workshop crafting, menyulam (embroidery), hingga pembuatan aksesori pendukung seperti obi belt, goodie bag, dan scrunchie.

Inisiatif ini terbukti disambut antusias oleh masyarakat lokal. Terlihat dari tingginya minat pendaftar dalam setiap sesi workshop yang diadakan.

Melalui sinergi antara karya desainer lokal Lombok dan dukungan ekspedisi terpercaya seperti JNE, Jaleela membuktikan bahwa produk fashion berbasis budaya dari NTB mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional maupun internasional.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *