Banner Iklan Aruna

Merawat Persatuan, Kemenag NTB Gelar Doa Bersama Lintas Agama Iringi Peringatan HUT RI

  • Bagikan
Merawat Persatuan, Kemenag NTB Gelar Doa Bersama Lintas Agama Iringi Peringatan HUT RI
Merawat Persatuan, Kemenag NTB Gelar Doa Bersama Lintas Agama Iringi Peringatan HUT RI

MATARA, radarntb.com – Iringi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), dengan semangat merawat persatuan dan keberagaman terpancar kuat melalui acara Doa Bersama Lintas Agama yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lapangan Sangkareng, Mataram, Kamis (28/9/2025).

Acara ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat ini sebagai wujud syukur atas kemerdekaan sekaligus doa tulus bagi kedamaian dan persatuan bangsa.

Acara ini dihadiri oleh beragam tokoh dan lapisan masyarakat. Mulai dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, hingga perwakilan dari berbagai agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu, serta ASN Kementerian Agama dan masyarakat setempat.

Mereka semua bersatu dalam satu tujuan, memanjatkan doa yang dipimpin secara bergantian oleh para tokoh agama.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. menegaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya sebatas kebebasan dari penjajahan, melainkan juga kemampuan untuk memelihara persatuan di tengah keberagaman. Dalam sambutannya, ia menekankan,

“Kemerdekaan tidak hanya dipertahankan dengan senjata, tetapi juga dengan hati yang tulus dalam menjaga persatuan. Indonesia berdiri kokoh karena kita semua berbeda namun bersatu,” tegasnya.

“pertunjukan toleransi yang sangat berkelas, yang sangat tinggi, yang sangat mulia,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap kerukunan di Indonesia, sebuah negara yang paling majemuk di dunia. Ia percaya bahwa jika para tokoh agama terus kompak membimbing umatnya, persatuan bangsa akan tetap terjaga.

“Tokoh-tokoh semua agama telah berfungsi sebagai infrastruktur sosial yang telah menjadi fondasi menguatkan bangsa kita, mari kita jaga bersama,” terangnya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa acara ini adalah bukti nyata komitmen bangsa Indonesia dalam menjaga persaudaraan.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah buah perjuangan para pahlawan. Tugas kita sebagai generasi penerus adalah menjaga, mengisi, dan merawatnya dengan persatuan, kerja keras, dan doa,” ungkapanya.

Doa bersama ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga momen refleksi kolektif. Setiap doa yang dilantunkan membawa pesan damai dan cinta tanah air, menolak segala bentuk perpecahan.

Suasana khidmat terasa saat para peserta dengan penuh semangat dan haru menunjukkan ketulusan hati mereka untuk merawat negeri.

“Doa kebangsaan lintas agama di HUT RI ke-80 adalah bukti cinta kita kepada negeri. Ini adalah bagian dari cara kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena sudah 80 tahun kita merdeka,” tegasnya.

Acara ini memperkuat keyakinan bahwa keberagaman adalah kekuatan sejati bangsa. Dengan terlaksananya doa bersama ini, diharapkan semangat kemerdekaan akan semakin mengukuhkan persatuan, menjadikan doa sebagai penopang utama perjalanan bangsa menuju Indonesia emas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *