Banner Iklan Aruna

MotoGP Mandalika 2026, Ditlantas Polda NTB Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Khusus dan 350 Personel

  • Bagikan
MotoGP Mandalika 2026, Ditlantas Polda NTB Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Khusus dan 350 Personel
MotoGP Mandalika 2026, Ditlantas Polda NTB Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Khusus dan 350 Personel

MATARAM, radarntb.com — Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Sirkuit Mandalika, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB menyatakan kesiapannya dalam mengamankan arus lalu lintas dan mobilitas penonton, Ditlantas menyeiapkan 350 personil dan rekayasa lalu lintas khusus.

Dengan target penonton yang diproyeksikan mencapai 145 ribu orang, kepolisian telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas serta menyiagakan ratusan personel gabungan.

Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso, S.I.K., M.Si, mengungkapkan, kesiapan pengamanan mencakup kekuatan personel hingga sarana dan prasarana penunjang.

“Kami dari Ditlantas Polda NTB didukung 350 personel lalu lintas. Untuk kendaraan operasional, terdapat 25 unit dari kami, ditambah BKO 10 unit dari Polres-Polres, serta 15 unit dan 30 personel dari Korlantas Polri,” terang Kombes Pol Iman saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (2/10/2026).

Menghadapi potensi kepadatan arus kendaraan, Ditlantas Polda NTB menyiapkan rekayasa lalu lintas khusus, mulai dari titik krusial seperti Bundaran BIZAM (Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid), jalur pelabuhan, hingga titik-titik persimpangan menuju kawasan sirkuit.

Sistem pengaturannya dilakukan melalui kriteria warna stiker/gelang tiket penonton untuk memecah konsentrasi arus kendaraan antaranya

Gelang Hijau: Diarahkan khusus melalui jalur Sengkol untuk menuju area parkir barat. Jalur Sengkol dikhususkan bagi pemegang akses hijau agar tidak menumpuk di jalur utama Bypass.

Gelang Merah, Kuning, dan Biru: Diarahkan melalui jalur Bypass Mandalika menuju ke kantong parkir tengah dan parkir timur.

Akses Royal Box (Stiker Merah): Kendaraan yang memegang stiker khusus dapat melintas hingga ke kantong parkir dekat Royal Box atau area Blue Gate.

“Bagi pengguna jalan yang tidak memegang stiker kendaraan, petugas di lapangan akan langsung mengarahkan ke kantong-kantong parkir umum yang telah disediakan di bagian luar,” jelas Imam.

Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan pada saat arus kepulangan penonton, polisi menyiapkan skenario contraflow (satu lajur berlawanan) dari area Black Gate 1 hingga Bundaran Sunggung. Langkah ini diprioritaskan bagi kendaraan VIP serta armada shuttle bus agar mobilitas penjemputan penonton berjalan cepat.

Selain itu, Polda NTB menyiagakan 45 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di tiga zona (Area Timur, Tengah, dan Barat) serta titik luar kawasan seperti bandara dan pelabuhan.

Terkait potensi pemalsuan stiker parkir seperti gelaran tahun-tahun sebelumnya, Kombes Pol Imam menegaskan bahwa pihak ITDC telah meningkatkan fitur keamanan pada stiker resmi.

“Tahun ini ITDC menyiapkan sekitar 7.000 hingga 8.000 stiker kendaraan dengan pengamanan ketat, mulai dari hologram, kode batang (barcode), nomor seri khusus, hingga tanda tangan petugas untuk mencegah pemalsuan,” tegasnya.

Polda NTB mengimbau masyarakat maupun penonton untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan moda transportasi yang ada, termasuk shuttle bus maupun kendaraan roda dua, demi menjaga kelancaran event internasional ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *