Banner Iklan Aruna

NTB Perkuat Fondasi Digital: Literasi Keuangan Jadi Kunci Menuju Indonesia Digital 2045

  • Bagikan
NTB Perkuat Fondasi Digital: Literasi Keuangan Jadi Kunci Menuju Indonesia Digital 2045
NTB Perkuat Fondasi Digital: Literasi Keuangan Jadi Kunci Menuju Indonesia Digital 2045

LOMBOK TIMUR, radarntb.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengakselerasi transformasi digital. Salah satu inisiatif krusial adalah penyelenggaraan Sosialisasi Literasi Keuangan Digital, yang baru-baru ini diadakan di Ruang Rupatama 1, Kantor Bupati Lombok Timur. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya NTB untuk meningkatkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) dan mendukung Visi Indonesia Digital (VID) 2045.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, H. Yusron Hadi, ST., MUM, menegaskan pentingnya kolaborasi sinergis antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, sinergi ini esensial untuk membentuk masyarakat digital yang adaptif, tangguh, dan inklusif.

“IMDI bukan sekadar angka, melainkan cerminan kesiapan dan partisipasi masyarakat dalam era digital,” jelas Yusron dalam sambutannya. “Sosialisasi ini berfokus pada peningkatan literasi keuangan digital, khususnya di Lombok Timur, agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara optimal, produktif, dan aman,” kata Yusron.

Sebagai kelanjutan dari Presidensi G20 Indonesia 2022, Indonesia mengadopsi G20 Toolkit for Measuring Digital Skills and Digital Literacy, yang kini menjadi kerangka utama IMDI. Kerangka ini didasarkan pada empat pilar utama:

  • Infrastruktur dan ekosistem digital
  • Keterampilan digital
  • Pemberdayaan digital
  • Pekerjaan dan peluang digital

Data terbaru menunjukkan bahwa nilai IMDI Kabupaten Lombok Timur mengalami sedikit penurunan, dari 46,73 persen pada tahun 2023 menjadi 44,48 persen pada tahun 2024. Penurunan ini menggarisbawahi urgensi intervensi dan edukasi berkelanjutan demi meningkatkan akses, pengetahuan, dan keterampilan digital masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi platform strategis untuk menggalang partisipasi aktif dari berbagai pihak—pemerintah, sektor pendidikan, swasta, hingga komunitas lokal. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem digital yang mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami terus berupaya agar proses digitalisasi dapat terintegrasi dengan baik dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari,” tutur Kepala Dinas Kominfotik NTB. “Harapannya, masyarakat semakin memahami bagaimana teknologi dapat mempermudah aktivitas dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” ungkapnya.

Sosialisasi Literasi Keuangan Digital ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi berbagai profesi dan generasi muda. Yusron menyoroti salah satu tantangan serius di era digital: maraknya judi online.

“Banyak yang terjebak dalam praktik judi online. Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, bukan hanya dalam upaya mengontrol dan mengendalikan, tetapi juga mendorong masyarakat agar cerdas dalam memilah dan memilih aktivitas digital yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan kita,” tegasnya.

Pilar Pemberdayaan dalam kerangka IMDI secara spesifik melibatkan tiga aktor utama: pengguna, penyedia, dan platform sebagai perantara. Pilar ini fokus pada dua subpilar yang berkaitan dengan dimensi partisipatif masyarakat, yaitu pengguna/konsumen dan penyedia/penjual, yang mencerminkan pengembangan keterampilan digital.

“Setiap subpilar diukur menggunakan indikator yang mencakup berbagai aktivitas digital produktif, seperti layanan keuangan, e-commerce, media sosial, dan pembelajaran daring,” jelas Yusron.

“Indikator pada kedua subpilar tersebut terdiri dari pertanyaan self-assessment yang mengukur intensitas dan keragaman aktivitas digital,” imbuhnya.

Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga strategis yang berperan penting dalam ekosistem keuangan digital:

  • Bank Indonesia Provinsi NTB: Membahas perluasan akses ekonomi melalui pembayaran digital dan pembinaan UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB: Menyampaikan materi terkait perlindungan konsumen dalam ekosistem keuangan digital yang semakin kompleks.
  • Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTB: Memperkenalkan konsep dasar investasi dan pasar modal kepada masyarakat digital.
  • Dinas Kominfotik NTB: Menekankan pentingnya keamanan dalam transaksi digital, khususnya melalui platform e-commerce, untuk melindungi masyarakat dari potensi risiko siber.
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *