LOTIM, radarntb.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah maju dalam transformasi sektor transportasi publik. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara tegas mengumumkan komitmennya untuk memulai pembangunan jalan Bypass Port to Port yang menghubungkan Pelabuhan Lembar dan Kayangan pada tahun 2027 mendatang.
Hal itu disampaikan Gubernur NTB saat meresmikan layanan penyeberangan feri tanpa biaya (gratis) khusus untuk ambulans di Pelabuhan Kayangan, Jumat (12/12/2025).
Ia menegaskan bahwa, proyek ambisius ini dirancang sebagai solusi fundamental untuk memangkas waktu tempuh yang saat ini sering terhenti, bahkan bisa mencapai hampir enam jam pada periode kepadatan tinggi.
Gubernur Iqbal memaparkan rencana rinci dan lini masa pembangunan Bypass Port to Port Lembar–Kayangan. Proyek ini diproyeksikan akan merevolusi konektivitas logistik dan pariwisata antar-pulau.
“Studi kelayakan untuk jalan Port to Port akan kita tuntaskan akhir tahun ini. Selanjutnya, tahun depan (2026) kami akan fokus total pada persiapan teknis, termasuk Detail Engineering Design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan yang krusial: pembebasan lahan,” terang Gubernur.
Ia menjamin bahwa, pembangunan fisik proyek ini akan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
Jika proyek Bypass Port to Port ini berhasil direalisasikan, waktu tempuh yang ekstrem panjangnya saat ini akan terpangkas drastis, diproyeksikan hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit hingga maksimal 2 jam.
Gubernur meyakini bahwa efisiensi waktu ini akan membuka peluang besar bagi peningkatan pergerakan wisatawan dan melonjaknya aktivitas penyeberangan di NTB.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur juga meresmikan sebuah inisiatif pelayanan publik sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor kesehatan dan kemanusiaan.
Layanan tersebut adalah penyeberangan gratis bagi ambulans, baik yang membawa pasien rujukan maupun yang membawa jenazah, di Pelabuhan Kayangan.
Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh ekosistem penyeberangan di Kayangan dan Poto Tano atas solidaritas mereka dalam mendukung program ini.
Selain itu, Gubernur menekankan visi jangka panjang untuk menjadikan kawasan pelabuhan sebagai gerbang pariwisata yang nyaman dan ramah lingkungan.
“Pelabuhan seringkali memberi kesan gersang karena minimnya vegetasi. Jika pelabuhan itu hijau dan tertata, perjalanan menyeberang akan menjadi awal yang menyenangkan dari pengalaman wisata, bukan sekadar tempat transit yang melelahkan,” ujarnya.
Acara yang menandai komitmen infrastruktur dan pelayanan ini dihadiri oleh sejumlah kepala dinas, termasuk Kadishub NTB Ervan Anwar, Kadinsos Nunung Triningsih, dan Kadiskominfotik Yusron Hadi, serta GM ASDP Kayangan Erlisetya Wahyudi.













