MANDALIKA, radarntb.com — Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika siap menggelar perhelatan balap motor paling bergengsi di dunia, Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026. Dalam sesi Media Briefing yang berlangsung di VIP Deluxe Sirkuit Mandalika, Senin (5/9/2026), jajaran manajemen dan panitia penyelenggara memaparkan kesiapan komprehensif mulai dari tiket, lintasan, logistik, hingga dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Acara tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Direktur Opersional InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Waroka, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association Ananda Mikola, serta General Manager The Mandalika Fari Wijaya.
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Waroka, mengungkapkan bahwa antusiasme penonton pada gelaran edisi kelima MotoGP di Mandalika ini sangat luar biasa. Penjualan tiket saat ini telah menembus angka 75 persen dari total kapasitas, penyelenggara siap menggelar acara bergengsi ini.
“Kategori VIP Premiere dan VIP Deluxe telah terpesan masing-masing 96,94 persen, Premium Grandstand Zone A dan B mencapai 97,78 persen, serta Regular Grandstand Zone 1 di angka 95,36 persen. Kami sangat optimis penjualan tiket akan mencapai 100 persen,” ujar Troy.
Troy menjelaskan, sebanyak 14,14 persen pembeli tiket berasal dari luar NTB dan mancanegara. Untuk mencegah praktik pemalsuan tiket, pihak penyelenggara menahan distribusi fisik tiket/gelang dan baru akan mendistribusikannya 42 jam sebelum acara melalui tiga titik utama: Ex-Bandara Selaparang Mataram, Bazar Mandalika, dan Bandara Internasional Lombok (BIZAM).
Selain itu, ITDC terus menekan jatah tiket gratis (complimentary ticket) di bawah 13 persen demi menjaga ketersediaan tiket resmi dan menghindari potensi jual-beli tiket ilegal.
General Manager The Mandalika, Fari Wijaya, menyampaikan detail kesiapan teknis fasilitas sirkuit dan infrastruktur pendukung yang seluruhnya telah rampung 100 persen.
“Pengecatan lintasan, perbaikan kerb, pemasangan paddock, lap counter, digital flag controller, hingga kamera CCTV dan jaringan komunikasi sudah selesai penuh dan siap dipergunakan,” jelas Fari.
Untuk mengantisipasi keterbatasan akomodasi di area Lombok, Fari menambahkan bahwa pihaknya menghadirkan sejumlah fasilitas baru, seperti Camping Ground hasil kolaborasi dengan Eiger, peresmian Pondok Pertamina Social Club berisi 38 kamar, serta dimulainya pembangunan produk hunian eksklusif Circuit Villa sebanyak 18 unit di dalam kawasan sirkuit.
Sementara itu, Dirut MGPA Ananda Mikola menegaskan bahwa dari aspek standar keselamatan balap (safety), Sirkuit Mandalika merupakan salah satu yang terbaik dengan area run-off paling luas.
Ananda juga menyoroti pentingnya peran marshal lokal dan ribuan tenaga kerja yang bertugas di lapangan. Ajang tahun ini mengerahkan 2.204 personel volunter di mana lebih dari 72 persen merupakan warga lokal NTB.
“Para marshal dan volunter telah mendapatkan serangkaian pelatihan intensif (training). Tujuannya tidak hanya untuk menyukseskan balapan hari ini, tetapi juga meningkatkan kapasitas SDM lokal agar memiliki sertifikasi dan standar profesional yang bisa terus dipergunakan pada berbagai event otomotif mendatang,” tegas Ananda.
Sisi logistik balap juga berjalan lancar. Sebanyak 13 dari 27 penerbangan logistik telah tiba secara bertahap di BIZAM. Untuk mobilitas penonton, disiapkan 118 unit shuttle bus internal kawasan dan 35 unit shuttle bus luar kawasan dari Pemprov NTB, didukung tambahan 66 penerbangan (extra flights) menuju NTB.
Tak hanya balapan, ajang ini turut dimeriahkan oleh Rider’s Parade di Kota Mataram, kegiatan School to School, keterlibatan 600 UMKM (menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja), serta panggung hiburan musik festival yang menghadirkan Slank, Gigi, Geisha, GAC, Melly Goeslaw, Tipe-X, hingga DJ Yasmin.
Penyelenggara menargetkan perhelatan MotoGP Mandalika 2026 mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi Nusa Tenggara Barat mencapai Rp4,5 Triliun













