MATARAM, radarntb.com – Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta ekstra waspada di penghujung tahun 2025 ini, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat ( Polda NTB) mengingtakan untuk tidak percaya terhadap oknum yang catut nama Kapolda atau pejabat lainnya.
Selain kesibukan menyambut momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), muncul ancaman penipuan yang memanfaatkan momentum pergantian pucuk pimpinan di Polda NTB.
Polda NTB mengeluarkan peringatan keras terkait adanya oknum tak bertanggung jawab yang nekat mencatut nama Kapolda NTB untuk meminta uang, barang, maupun fasilitas tertentu.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M., mengungkapkan bahwa masa transisi jabatan sering kali dimanfaatkan spekulan untuk menipu warga atau pengusaha.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya jika ada pihak yang menghubungi dan mengaku sebagai Kapolda NTB atau pejabat kepolisian lainnya untuk meminta bantuan finansial atau barang,” tegas Kombes Pol. Kholid dalam keterangan persnya, Selasa (23/12/2025).
Ia menekankan bahwa pimpinan Polri tidak pernah meminta sesuatu secara pribadi kepada masyarakat. Setiap komunikasi resmi selalu melalui mekanisme dan saluran birokrasi yang jelas.
Ciri-ciri penipuan yang harus diwaspadai, antaranya: Menghubungi melalui nomor pribadi atau pesan singkat, meminta transfer uang atau barang secara mendesak dan Menggunakan nada tekanan atau menjanjikan sesuatu sebagai imbalan.
Selain isu penipuan, Polda NTB tengah bersiap melancarkan Operasi Lilin Rinjani 2025. Fokus utama polisi adalah memastikan perayaan Natal dan pergantian tahun berjalan tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami ingin perayaan Nataru di NTB berlangsung nyaman dan penuh kebersamaan. Kami mengajak warga untuk merayakan dengan tertib dan saling menghormati,” tambahnya.
Polda NTB meminta masyarakat untuk segera bertindak jika menemukan aktivitas mencurigakan, baik berupa indikasi penipuan maupun gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
“Jika menemui hal yang janggal, segera lapor ke kantor polisi terdekat atau gunakan layanan pengaduan resmi Polri. Sinergi masyarakat adalah kunci NTB tetap kondusif,” tutupnya.
