MATARAM, radarntb.com – Polresta Mataram menggelar konferensi pers akhir tahun untuk memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Bertempat di Gedung Wira Pratama, Senin (29/12/2025), kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Mataram, Kombes Pol Hendro Purwoko, S.I.K., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Mataram.
Dalam acara konferensi pers akhir tahun 2025 ini, Kapolresta Mataram mengungkapkan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Mataram menunjukkan tren yang sangat positif dengan penurunan angka kejahatan yang cukup signifikan.
Di akhir tahun 2025 ini, data Kepolisian Polresta Mataram menunjukkan terjadi penurunan Crime Total (CT) sebesar 15,96%, dari 984 kasus di tahun 2024 menjadi 827 kasus di tahun 2025. Penurunan lebih tajam terlihat pada Crime Index (kasus menonjol) yang turun sebesar 31,61% (dari 329 menjadi 225 kasus).
“Kami terus berupaya maksimal dalam penegakan hukum. Meskipun jumlah kasus secara total turun, kami tetap fokus pada penyelesaian perkara atau Crime Clearance yang mencapai 779 kasus di tahun ini,” ujar Kombes Pol Hendro Purwoko.
Polresta Mataram juga merinci pola kejahatan konvensional yang sering meresahkan warga:
-
Curat (Pencurian dengan Pemberatan): Dominan terjadi pukul 06.00 – 12.00 WITA dengan modus merusak pintu/jendela di area mall atau pertokoan.
-
Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor): Kerap terjadi di lingkungan perumahan pada pagi hari menggunakan kunci palsu/leter T.
-
Curas (Pencurian dengan Kekerasan): Sebagian besar berupa aksi jambret yang terjadi di jalan raya pada rentang waktu pagi hingga siang hari.
Sepanjang 2025, Sat Resnarkoba Polresta Mataram berhasil mengungkap 105 kasus dengan menahan 134 tersangka.
Barang bukti yang diamankan cukup fantastis, yakni 693,69 gram sabu, 1,34 kg ganja, dan 36 butir ekstasi. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga pemusnahan barang bukti sabu milik tersangka berinisial SF dan AY.
Beberapa kasus menonjol yang berhasil diungkap antara lain:
-
Pemalsuan tiket Mandalika GP.
-
Pengrusakan Kantor DPRD Provinsi NTB.
-
Kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian.
-
Dua kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
Berbeda dengan angka kriminalitas, kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan sebesar 10% menjadi 627 kasus. Namun, tingkat pelanggaran lalu lintas justru menurun drastis sebesar 47,13%. Polisi juga berhasil mengamankan 460 unit sepeda motor hasil penertiban balap liar dan knalpot brong.
Sementara itu, dinamika demokrasi di Mataram cukup tinggi dengan peningkatan kegiatan unjuk rasa sebanyak 288 giat (naik 45,45%) yang melibatkan total lebih dari 10.000 massa sepanjang tahun.
Polresta Mataram terus berinovasi melalui program Safari Kamtimbas, Simakrama di Pura, serta Jumat Curhat di 15 masjid. Aksi sosial juga digalakkan dengan pemberian bantuan 390 sak semen untuk 13 masjid dan bantuan dana untuk pura.
Atas dedikasi tersebut, Polresta Mataram memborong sejumlah penghargaan bergengsi di tahun 2025:
-
Pelayanan Prima: Penghargaan dari Kapolri sebagai Unit Pelayanan Publik terbaik.
-
Kompolnas Award 2025: Masuk dalam nominasi 5 Besar Terbaik tingkat Polres/ta se-Indonesia.
-
Ketahanan Pangan: Juara terbaik dalam lomba ketahanan pangan jajaran Polda NTB.
-
Apresiasi Personel: Aipda I Gede Arya Suantara meraih penghargaan dari Kapolri sebagai 3 besar Polisi terbaik.
“Capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh personel dan dukungan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan memanfaatkan layanan Call Center 110 atau Scan Barcode bantuan polisi jika menemui situasi darurat,” tutup Kapolresta.













