Polsek Sandubaya Amankan 23 Pelajar yang Diduga Hendak Tawuran di Cakranegara

  • Bagikan
Polsek Sandubaya Amankan 23 Pelajar yang Diduga Hendak Tawuran di Cakranegara
Polsek Sandubaya Amankan 23 Pelajar yang Diduga Hendak Tawuran di Cakranegara

MATARAM, radarntb.com — Jajaran Polsek Sandubaya bergerak cepat merespons laporan masyarakat melalui layanan darurat Call Center 110. Personel piket fungsi bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa Cakranegara Selatan langsung turun tangan menggagalkan dugaan aksi tawuran antarpelajar di halaman belakang TK Negeri Model Mataram, Jalan Rahwana, Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (03/11/2026).

Saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), para pelajar yang diduga terlibat sempat membubarkan diri. Namun, polisi tidak tinggal diam dan langsung memperluas penyisiran serta patroli di sekitar lokasi.

Hasilnya, petugas berhasil mendapati segerombolan pelajar yang bersembunyi di sebuah gang di belakang Kampus II Universitas Mataram (Unram) untuk menghindari kejaran petugas.

Selanjutnya, sebanyak 23 pelajar—yang terdiri atas 22 siswa SMP dan seorang pelajar SMA—berserta sejumlah kendaraan roda dua yang terparkir di lokasi langsung diamankan ke Mapolsek Sandubaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Sandubaya, AKP Novit Haru Prasetyo, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan pengamanan puluhan pelajar tersebut.

“Begitu informasi kami terima dari laporan masyarakat via 110, personel piket fungsi langsung bergerak ke TKP dan mengamankan para pelajar yang diduga hendak tawuran ini,” jelas AKP Novit.

Sebagai langkah efek jera sekaligus pembinaan preventif, pihak kepolisian sengaja memanggil pihak sekolah serta para orang tua siswa ke Mapolsek Sandubaya.

Langkah ini diambil agar pihak sekolah dan keluarga turut bertanggung jawab mengawasi perilaku anak didik mereka, yang diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan bersama.

“Kami datangkan pihak sekolah ke Polsek untuk melakukan pembinaan langsung, termasuk penandatanganan surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Kapolsek mengingatkan bahwa pencegahan kenakalan remaja dan aksi tawuran tidak bisa dibebankan kepada aparat semata, melainkan membutuhkan kepedulian serta pengawasan ekstra dari keluarga dan lingkungan pendidikan agar anak-anak tidak terjerumus pada tindakan yang membahayakan keselamatan diri dan orang lain.

  • Bagikan
Exit mobile version