MATARAM, radarntb.com — Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda NTB mengusung langkah inovatif dalam mendukung kelancaran dan keamanan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika. Melalui proyek perubahan Strategi Kepemimpinan (Serdik PKN II), Ditpamobvit Polda NTB menyiapkan sistem pengamanan terintegrasi yang lebih cepat, aman, dan humanis.
Kasubdit Wisata Ditpamobvit Polda NTB, Timbal Pandapotan Sihotang, SIK, menjelaskan bahwa proyek perubahan ini difokuskan untuk menjawab sejumlah tantangan utama yang kerap terjadi pada gelaran tahun-tahun sebelumnya.
“Sebagai bagian dari implementasi proyek perubahan PKN II LAN RI Angkatan 26 Tahun 2026, kami berfokus pada tiga hal utama: mengatasi masalah kemacetan, memperkuat kolaborasi lintas stakeholder, serta menjamin pengamanan wisatawan yang aman dan humanis,” ujar Timbal Pandapotan Sihotang saat memberikan keterangan, Jumat (2/10/2023).
Salah satu poin krusial dalam proyek perubahan ini adalah efisiensi waktu pembubaran dan pemuraian arus penonton. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun 2022 dan 2023, kemacetan saat arus kepulangan penonton masih sering memakan waktu lama.
“Jika sebelumnya waktu pembubaran penonton bisa memakan waktu lebih dari 45 menit, melalui strategi baru ini kami targetkan bisa dipangkas menjadi hanya 15 menit. Ada peningkatan efisiensi hingga 75 persen,” terangnya.
Kunci percepatan ini terletak pada strategi kolaborasi adaptif yang terintegrasi dalam “satu pintu, satu pusat” antara Polda NTB, ITDC, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pariwisata.
Untuk menjamin keamanan penonton lokal maupun internasional, Ditpamobvit Polda NTB menerjunkan seluruh personel penunjang dan menyiagakan peralatan sterilisasi modern.
Polda NTB menyiapkan 3 unit mesin X-Ray yang ditempatkan di tiga pintu masuk utama, yakni Gate 1, Gate 2, dan Gate 3. Peralatan tersebut digunakan untuk mendeteksi barang-barang berbahaya, logam, senjata tajam/senjata api, hingga narkotika demi memastikan area dalam sirkuit steril dari potensi ancaman.
“Seluruh anggota kami turunkan untuk sterilisasi dan pelayanan mobilitas wisatawan. Puncak dari pengamanan ini akan berlangsung pada 9, 10, dan 11 di Sirkuit Mandalika. Kami berharap dukungan dari rekan-rekan media untuk menyampaikan informasi ini kepada seluruh masyarakat,” tutupnya.













