Banner Iklan Aruna

Rekayasa Lalu Lintas MotoGP Tahun Ini Mirip Tahun Sebelumnya

  • Bagikan
Rekayasa Lalu Lintas MotoGP Tahun Ini Mirip Tahun Sebelumnya
Rekayasa Lalu Lintas MotoGP Tahun Ini Mirip Tahun Sebelumnya

MATARAM, radarntb.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas yang matang untuk menyambut gelaran akbar MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit tahun 2025 ini.

Dirlantas Polda NTB, Kombes Pol Romadhoni Sutardjo, menyatakan bahwa skema rekayasa yang akan diterapkan sebagian besar akan sama dengan tahun sebelumnya dengan beberapa penyesuaian untuk mengoptimalkan arus kendaraan.

Dalam keterangannya, Kombes Romadhoni menekankan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dari lima pintu masuk utama menuju Pulau Lombok.

“Kami siapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas, terutama dari lima pintu masuk (ke Lombok),” ujar Kombes Romadhoni.

Lima pintu masuk yang diatur tersebut meliputi empat pelabuhan (Kayangan, Bangsal, Lembar, dan Gili Mas) dan satu bandara (Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid/BIZAM).

Menurut Kombes Romadhoni, jalur utama menuju sirkuit akan tetap menggunakan dua jalur utama, yakni Jalur Sengkol dan Jalur Bypass.

Namun, ada penyesuaian signifikan terkait alokasi jalur untuk penonton berdasarkan warna gelang tiket:

  1. Penonton dengan Gelang Merah: Diperbolehkan masuk ke dalam area Sirkuit, dan jika menggunakan kendaraan roda dua, dapat masuk ke dalam area sirkuit. Mereka diarahkan untuk melewati Jalur Bypass.
  2. Penonton dengan Gelang Biru: Diarahkan untuk melewati Jalur Bypass.
  3. Penonton dengan Gelang Hijau: Diarahkan untuk melewati Jalur Senkol.

Ditegaskan bahwa pembagian jalur MotoGP tahun ini penting untuk menghindari crossing atau persilangan arus lalu lintas, yang dapat menyebabkan kemacetan.

“Untuk gelang merah dan biru bisa lewat Bypass. Gelang hijau, kalau bisa lewat Senkol,” jelasnya.

“Sehingga nanti tidak perlu crossing. Kalau misalnya ada gelang hijau lewat Bypass, dia nanti akan cross,” imbuhnya.

Kombes Romadhoni juga menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas di luar kawasan sirkuit, termasuk di lima pintu masuk utama, akan menjadi tanggung jawab penuh dari masing-masing Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) di wilayah tersebut.

“Semua merupakan tanggung jawab dari Polres masing-masing. Di sana masing-masing Kasatlantas bertanggung jawab terhadap masalah arus di sana,” terangnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Romadhoni menyebutkan bahwa pihaknya tidak akan menerapkan sistem contraflow (melawan arus) saat momentum kedatangan penonton. Keputusan ini diambil untuk meminimalkan kebingungan dan memperlancar arus.

Namun, sistem contraflow diantisipasi untuk diterapkan saat proses kepulangan penonton, mengingat pergerakan kendaraan dan tingkat kepadatan yang diprediksi akan jauh lebih tinggi pada saat penonton meninggalkan kawasan sirkuit.

Mengenai kedatangan tokoh penting, Dirlantas Polda NTB memastikan bahwa mereka telah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas untuk pengawalan, termasuk bagi Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir.

“Tidak ada penutupan jalan saat kedatangan Presiden dan Presiden terpilih datang. Hanya pas melintas saja (ada penutupan jalan),” tegas Kombes Romadhoni, menjamin bahwa penutupan hanya bersifat sementara dan situasional.

Polda NTB mengimbau seluruh penonton untuk mematuhi arahan petugas, terutama terkait pembagian jalur berdasarkan warna gelang tiket, demi kelancaran dan kenyamanan bersama selama perhelatan MotoGP.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *