SMKN 1 Lingsar Mulai Diserbu Pendaftar, Jurusan Energi Terbarukan Jadi Primadona Baru

  • Bagikan
SMKN 1 Lingsar Mulai Diserbu Pendaftar, Jurusan Energi Terbarukan Jadi Primadona Baru
SMKN 1 Lingsar Mulai Diserbu Pendaftar, Jurusan Energi Terbarukan Jadi Primadona Baru

LINGSAR, radarntb.com — Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 1 Lingsar telah resmi dimulai. Mengikuti alur dan sistem yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, tahapan awal yang membuka jalur afirmasi (kuota 15%) langsung diserbu oleh ratusan pendaftar.

Kepala SMKN 1 Lingsar Ahmad Sabli, S.Pd mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat pada tahun ini sangat tinggi.

Berdasarkan laporan data sementara, jumlah pendaftar sudah menyentuh angka 800-an siswa, sementara total kuota daya tampung yang tersedia di sekolah hanya untuk 608 siswa yang tersebar ke dalam 19 rombongan belajar (kelas).

Setelah jalur afirmasi, pihak sekolah akan melanjutkan ke jalur zonasi (kuota 10%) dan jalur prestasi/nilai rapor (kuota 75%) yang dijadwalkan mulai 1 Juli mendatang.

Untuk mengantisipasi fenomena siswa yang sekadar “ikut-ikutan” teman dalam memilih jurusan—yang kerap menjadi kendala utama di kemudian hari—SMK 1 Lingsar menerapkan inovasi berupa tes minat dan bakat.

“Tes minat bakat ini bertujuan untuk memetakan kemampuan dasar anak, sehingga kami bisa mengarahkan mereka ke jurusan yang paling cocok. Namun, tes ini bukan penentu kelulusan karena semua kelulusan murni diatur oleh sistem,” jelas Ahmad Sabli kepada Radar NTB, Jumat (19/6/2026).

Selain dikenal kuat dengan program pariwisata (Perhotelan, Kuliner, Kecantikan) serta sektor Otomotif dan Busana, SMK 1 Lingsar kini memiliki program unggulan baru yang naik daun, yaitu Teknik Energi Surya dan Angin (TESA).

Jurusan yang fokus pada pemanfaatan panel surya ini diproyeksikan menjadi pilar penting untuk memenuhi kebutuhan industri masa depan.

Pihak sekolah bahkan telah melakukan audiensi dengan penyelenggara Pekerja Migran Indonesia (PMI) terkait besarnya peluang kerja luar negeri di bidang ini, menyusul alumni dari jurusan teknik lain yang sebelumnya sudah berhasil menembus pasar kerja di Jepang, Taiwan, hingga Turki.

Meski menaruh target tinggi untuk mencetak tenaga kerja siap pakai, SMK 1 Lingsar tidak menampik adanya kendala sarana prasarana.

Saat ini, luas lahan sekolah masih berada di angka 1,7 hektare. Pihak sekolah berharap ada penambahan lahan ideal minimal hingga 2 hektare untuk membangun ruang kelas baru serta laboratorium praktik yang lebih representatif.

Lebih jauh, sebagai sekolah yang sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), SMKN 1 Lingsar memiliki impian besar untuk membangun Hotel Industri/Komersial sendiri di masa depan.

Fasilitas tersebut dinilai krusial agar para siswa pariwisata dapat merasakan pengalaman praktik kerja yang lebih nyata, profesional, dan bersentuhan langsung dengan dunia bisnis komersial.

  • Bagikan
Exit mobile version