KUTA, MANDALIKA, radarntb.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika terus berbenah untuk memperkuat daya tariknya. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Enik Ermawati, atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran Sade Social Space yang dinilai mampu menjadi inovasi atraksi wisata sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis sport tourism.
Apresiasi tersebut disampaikan Ni Luh Puspa saat meninjau langsung bangunan unit percontohan akomodasi di Sade Social Space, kawasan Kuta, Mandalika, Minggu (12/7/2026).
Dalam kunjungan kerjanya, Ni Luh menyoroti tantangan klasik pariwisata NTB, yakni belum meratanya distribusi kunjungan wisatawan. Selama ini, geliat pariwisata cenderung terpusat pada destinasi utama, sementara wilayah lain seperti Pulau Sumbawa masih memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal.
“Perlu menghadirkan daya tarik baru di destinasi-destinasi yang besar dan luas sehingga wisatawan bisa menyebar dan menikmati atraksi yang berbeda-beda,” tegas Ni Luh.
Ia menambahkan, The Mandalika sejatinya sudah memiliki modal infrastruktur yang sangat mumpuni. Aksesibilitas yang semakin mudah—hanya berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Lombok melalui jalan bypass—menjadi nilai tambah yang harus dioptimalkan.
Menurut Ni Luh, tantangan terbesar Mandalika saat ini adalah melepaskan diri dari ketergantungan pada event MotoGP semata. Ia menekankan perlunya inovasi atraksi agar kawasan ini tetap hidup sepanjang tahun.
“Tugas sekarang adalah bagaimana The Mandalika tidak hanya mengandalkan MotoGP, tetapi juga menghadirkan inovasi-inovasi atraksi baru. Salah satunya yang sekarang sudah dilakukan adalah menghadirkan Sade Social Space untuk sport tourism,” ujarnya.
Kehadiran fasilitas seperti lapangan padel di Sade Social Space, lanjut Ni Luh, membuka segmen pasar yang lebih luas.
“Jadi, tidak hanya orang datang untuk menonton MotoGP, tetapi juga komunitas atau grup yang gemar bermain padel bisa datang ke sini untuk menikmati suasana khas Mandalika,” pungkasnya.
