MATARAM, RadarNTB.com – Pemerintah Kota Mataram tengah bersiap melaksanakan proyek infrastruktur penting berskala besar yang dikenal dengan nama Citywide Inclusive Sanitation Project (CISP). Mengingat proyek ini melibatkan pengerjaan fisik di berbagai titik strategis kota, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB mengambil langkah proaktif dengan mengikuti rapat ekspose dan presentasi tindak lanjut proyek tersebut di Kantor BPJN NTB, Jumat (8/5/2026).
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kemacetan parah yang mungkin terjadi selama masa pengerjaan berlangsung.
Hadir mewakili Dirlantas Polda NTB, Kasubdit Kamsel AKBP I Wyn Alus Adnyana menekankan bahwa koordinasi lintas instansi sangat krusial. Proyek CISP bertujuan memberikan akses sanitasi layak bagi warga kota melalui sistem perpipaan dan non-perpipaan.
Namun, penggalian dan pemasangan infrastruktur di pinggir jalan tentu akan berdampak pada mobilitas kendaraan. Oleh karena itu, Ditlantas bersama BPJN, BPTD, dan Dinas Perhubungan Kota Mataram kini sedang merancang skema pengalihan arus dan penempatan personel di titik-titik rawan macet.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa proyek strategis ini demi kepentingan publik yang lebih luas, terutama untuk kesehatan lingkungan. Peran kami dari kepolisian adalah memastikan bahwa selama pengerjaan berlangsung, gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat bisa ditekan seminimal mungkin,” jelas AKBP I Wyn Alus Adnyana.
Pihaknya menyatakan siap menerjunkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif di lokasi-lokasi proyek agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berarti.
Rapat tersebut juga membahas aspek sosial, di mana pengerjaan proyek harus memperhatikan akses jalan menuju rumah warga dan tempat usaha.
Dirlantas Polda NTB melalui Kasubdit Kamsel berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh stakeholder agar proyek CISP ini dapat berjalan tepat waktu tanpa memicu masalah baru di jalan raya.
Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang baik dalam mendukung pembangunan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat, demi mewujudkan Kota Mataram yang lebih sehat dan tertib lalu lintas.













