Banner Iklan Aruna

Aktivitas Dapur SPPG Manggarai Terganggu, LPG 12 Kg Langka Harga Tembus Rp475 Ribu, 5 Titik Berhenti Operasi

  • Bagikan
Aktivitas Dapur SPPG Manggarai Terganggu, LPG 12 Kg Langka Harga Tembus Rp475 Ribu, 5 Titik Berhenti Operasi
Aktivitas Dapur SPPG Manggarai Terganggu, LPG 12 Kg Langka Harga Tembus Rp475 Ribu, 5 Titik Berhenti Operasi

MANGGARAI, RadarNTB.com — Krisis energi kian mencekik wilayah Manggarai. Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kilogram yang terjadi sejak pertengahan April 2026 kini mencapai titik nadir. Tak hanya memicu antrean panjang, kelangkaan ini resmi melumpuhkan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemeliharaan Gizi (SPPG) di sejumlah titik.

Kondisi darurat ini memicu reaksi cepat dari otoritas setempat. Pada Senin (11/5/2026), Korwil Manggarai, Ansgariana Yetri Indriyanti, bersama jajaran Kepala SPPG menggelar rapat koordinasi darurat untuk mencari jalan keluar atas macetnya pelayanan publik tersebut.

Fakta mengejutkan terungkap dalam rapat tersebut. Harga LPG 12 kg di pasaran kini sudah tidak masuk akal, dilaporkan menembus angka Rp475.000 per tabung. Selain harga yang selangit, stok pun menghilang dari peredaran.

Dampaknya sangat fatal bagi pelayanan dasar masyarakat. Berikut adalah poin-poin kritis hasil koordinasi tersebut: Per hari ini, Senin (11/5), sebanyak lima SPPG terpaksa diberhentikan sementara.

Aktivitas memasak dan penyediaan kebutuhan operasional harian terhenti karena tidak adanya bahan bakar. Kelangkaan dipicu oleh tersendatnya pasokan dari tingkat agen yang sudah berlangsung hampir satu bulan.

“Hari ini ada lima SPPG yang kami hentikan sementara karena ketiadaan gas. Ini kondisi yang mendesak karena menghambat pelayanan harian kami,” ujar Ansgariana Yetri Indriyanti.

Ansgariana menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini. Selain menuntut pemulihan distribusi, pengawasan ketat terhadap harga di lapangan menjadi harga mati untuk mencegah adanya oknum yang melakukan penimbunan di tengah kesulitan warga.

Sebagai langkah nyata, pihak Korwil akan langsung bergerak melakukan advokasi ke tingkat yang lebih tinggi.

“Terkait hal ini, besok kami akan bertemu langsung dengan Satgas Migas (MGB) Kabupaten Manggarai untuk membahas solusi konkret kelangkaan gas Elpiji ini,” tambahnya.

Masyarakat dan pihak pengelola SPPG kini menaruh harapan besar pada pertemuan besok. Jika tidak segera teratasi, dikhawatirkan dampak sosial dan gangguan pelayanan gizi di Manggarai akan semakin meluas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *