LOMBOK TENGAH, radarntb.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kembali menegaskan posisinya sebagai kiblat sport tourism tanah air. Sebanyak 9.200 pelari dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara memadati arena Pocari Sweat Run Lombok 2026 di Mandalika, Sabtu (12/7/2026).
Ajang lari bergengsi ini tak sekadar menjadi adu ketangkasan fisik, melainkan mesin penggerak ekonomi yang menghidupkan sektor perhotelan, transportasi, hingga geliat UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, yang hadir langsung dalam perhelatan tersebut, mengaku bangga melihat peningkatan kualitas penyelenggaraan yang semakin mendekati standar internasional.
“Kita berharap event ini terus bertumbuh hingga menjadi world-class marathon. Target kita jelas, agar semakin banyak pelari mancanegara yang jatuh cinta pada rute dan atmosfer Mandalika, sehingga mereka kembali lagi ke sini,” ujar pria yang akrab disapa Miq Iqbal ini dengan penuh optimisme.
Menurut Miq Iqbal, strategi memperbanyak event olahraga adalah langkah taktis Pemprov NTB. Ia meyakini, sport tourism adalah pintu gerbang untuk meningkatkan length of stay (lama tinggal) wisatawan. Ketika pelari datang, mereka tidak hanya berlari, tapi juga membelanjakan uangnya untuk kuliner, produk kreatif lokal, hingga berwisata ke destinasi lain di NTB.
“Olahraga kini sudah menjadi gaya hidup. Ini kesempatan emas bagi masyarakat kita untuk mengambil manfaat ekonomi sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI, Taufik Hidayat, memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun. Baginya, suksesnya gelaran ini membuktikan bahwa Mandalika memiliki daya magnet yang kuat.
“Event seperti ini memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi perekonomian daerah. Kami di pusat akan terus mendukung penuh agar semakin banyak penyelenggara maupun brand nasional yang melirik NTB sebagai tuan rumah acara berskala besar,” tegas legenda bulu tangkis kebanggaan Indonesia tersebut.
Daya tarik Mandalika memang sulit dibantah. Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengungkapkan data yang mencengangkan. Sekitar 72 persen peserta tahun ini berasal dari luar Pulau Lombok.
“Ini membuktikan besarnya daya tarik Lombok. Kami berharap para peserta tidak hanya mengejar Personal Best di lintasan lari, tapi juga membawa pulang pengalaman tak terlupakan tentang keramahan budaya, kuliner, dan keindahan alam Lombok,” kata Puspita.
Keberhasilan acara ini juga ditopang oleh kesiapan infrastruktur. ITDC sukses memanfaatkan momentum ini dengan menyelenggarakan Mandalika Street Food Festival sebagai etalase bagi produk UMKM lokal, sekaligus meresmikan fasilitas baru berupa tiga lapangan padel dan satu lapangan basket.
Dengan perhelatan yang berkelanjutan, mulai dari Pocari Sweat Run hingga menyambut MotoGP Mandalika pada Oktober mendatang, NTB kian mantap menatap masa depan sebagai destinasi olahraga kelas dunia yang mampu memberikan kemakmuran berkelanjutan bagi masyarakat.













