google-site-verification=ifJPc0uzRA4Y4Fdt8VWeGvttPAD7V18nkgstdtOyxms Dua Desa Terlibat Bentrok di Lombok Tengah Berdamai, Ini Poin Kesepakatannya

Dua Desa Terlibat Bentrok di Lombok Tengah Berdamai, Ini Poin Kesepakatannya

  • Bagikan
Dua Desa Terlibat Bentrok di Lombok Tengah Berdamai
Dua Desa Terlibat Bentrok di Lombok Tengah Berdamai

PRAYA radarntb.com – Warga dua Desa yang terlibat bentrok di Lombok Tengah sepakat berdamai, ini empat poin kesepakatan perdamaian yang mereka tandatangani.

Penandatanganan kesepakatan perdamaian antara Desa Segala Anyar dan Desa Ketara Kecamatan Pujut dilalukan di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Senin (11/12/2023).

Kesepakatan damai kedua Desa ditandai dengan penandatanganan pernyataan surat damai oleh Kepala Desa Ketara dan Kepala Desa Segala Anyar.

Penandatanganan kesepakatan itu disaksikan langsung Bupati Lombok Tengah, Kapolres, Dandim, Sekda, Danki 2 Yon A Brimobda NTB, Camat Pujut.

Ada juga Danramil Pujut, Kapolsek Pujut, Kepala Desa bersama Sekdes, BPD dan BKD Segala Anyar dan Ketare serta Toda, Toga dan Toma Kedua Desa yang berkonflik.

Ini empat poin kesepakatan perdamaian Desa Segala Anyar dan Desa Ketara:

1. Menghentikan segala bentuk tindakan dan/atau perbuatan pengerahan dan/atau pergerakan massa.

2. Para pihak secara bersama-sama dengan Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan warga masyarakat dalam melaksanakan aktivitas, kegiatan baik itu pertanian di ladang/persawahan.

3. Kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan masing-masing menyerahkan urusan proses penegakan hukum atas segala akibat yang timbul dari pertikaian yang terjadi kepada aparat penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Memastikan bahwa jika ada kejadian yang sama di kemudian hari agar tidak dilakukan main hakim sendiri yang dapat menimbulkan pergerakan provokatif dan segala tindakan tersebut harus diserahkan ke Pihak berwajib.

Bupati Lombok Tengah, Haji Lalu Pathul Bahri menyampaikan, mediasi perdamaian Desa Segala Anyar dan Desa Ketara berjalan lancar meskipun mediasi membutuhkan waktu lama.

“Tadi memang pembahasan agak alot karena ada klausul tertentu yang harus disepakati.” Jelas Pathul.

“Namun kami tegaskan ada penegakan supremasi hukum itu penting disepakati dan beberapa poin hal yang menjadi kesepakatan bersama,” imbuhnya.

Sejauhnya, Pathul menghimbau kepada warga Desa Segala Anyar dan Ketare untuk bisa menjaga kondusifitas dan keamanan daerah.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar menyerahkan semua proses hukum ke aparat penegak hukum atau APH setempat.

“Semua kasus hukumnya diserahkan jika perlu diproses hukum,” tegas Pathul.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Iwan Hidayat, SIK menyampaikan, kedua desa sudah sepakat berdamai dengan menandatangani surat kesepakatan damai.

“Hari ini kedua Desa yang berkonflik atara Desa Segala Anyar dan Desa Ketara sudah sepakat berdamai yang sudah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh Kepala Desa Segala Anyar dan Desa Ketara,” jelasnya.

Polisi memastikan warga dua desa itu tidak ada lagi gerakan atau aktivitas seperti yang terjadi pada Jumat (8/12/2023).

“Intinya sudah berdamai. Tapi kami akan bertahan. Ada 350 personel di lokasi untuk pengamanan. Saya harapkan kesepakatan ini sampai ke level masyarakat di dua desa,” ungkapnya.

Iwan menegaskan untuk hal yang terindikasi dengan tindak pidana baik dari pihak Desa ketara maupun Desa Segala Anyar polisi akan melakukan penyelidikan.

“Benang kusutnya akan kami urai, yang penting konfliknya dulu kami redam, setelah itu baru mengarah kesana. Karena kemarin anak sekolah ketakutan, itu yang kami normalkan kembali. Tidak ada lagi perkumpulan masyarakat. Dan jalan sudah kami buka,” jelas Iwan.

Dia berharap kepada kedua pemuka tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa di dua desa tersebut untuk mengedepankan perdamaian.

Masyarakat juga meminta TNI-Polri tetap berjaga sampai situasi kondusif.

“Kami tegaskan, TNIPolri akan selalu bersama masyarakat dan tetap akan menepatkan personel di TKP sampai situasi benar-benar kondusif agar kehidupan masyarakat kedua desa dapat berjalan dengan normal kembali seperti sediakala,” tutup Iwan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *