MANDALIKA, radarntb.com – Melalui salah satu lini bisnisnya di bidang otomotif, Sarga Motor Sport, terus menunjukkan komitmen nyata dalam membangun fondasi dan mencari talenta berbakat pebalap masa depan Indonesia.
Pada gelaran Mandalika Racing Series round 2 di Sirkuit Mandalika, Sarga secara resmi mengumumkan kerja sama dengan Pride Motor Sport.
Melalui kolaborasi tersebut, seri balap yang sebelumnya dikenal sebagai seri Under 15 (U-15) kini resmi di-rebranding menjadi Indonesia Junior Talent Cup. Langkah ini diambil guna menciptakan ajang kompetisi yang kompetitif bagi para calon pebalap muda.
“Bisnis utama kami adalah membangun fondasi ataupun talenta. Tahun ini, dalam lima seri yang berjalan, kita bekerja sama sepenuhnya dengan Pride untuk meluncurkan Indonesia Junior Talent Cup,” ujar Chief Operating Officer (COO) SARGA Motor Sport Samsul Purba di Sirkuit Mandalika, Minggu (21/6/2026).
Ajang ini nantinya juga dipersiapkan untuk menyokong lini usaha akademi atau sekolah balap yang tengah dikembangkan oleh Sarga. Mengenai regulasi dan kriteria peserta, Indonesia Junior Talent Cup mengadopsi aturan yang sama dengan kelas U-15 di MRS, yakni menyasar anak-anak berusia 9 hingga kurang dari 15 tahun.
Melalui ajang Indonesia Junior Talent Cup, Sarga Motor Sport memanfaatkannya sebagai wadah pencarian bakat (talent scouting). Pebalap-pebalap muda yang potensial nantinya akan dimasukkan ke dalam Sarga Motor Sport Talent Pool.
Di bawah payung talent pool tersebut, Sarga akan mengorbitkan para pebalap terpilih secara profesional, mulai dari membangun personal branding, mencarikan sponsor, hingga menanggung seluruh pembiayaan balap mereka.
“Kita akan melihat mana talenta yang berpotensi untuk dimasukkan ke talent pool. Saat ini, kami sedang menjajaki satu pebalap muda dari Indonesia Junior Talent Cup dan prosesnya sudah hampir deal. Rencananya akan kami umumkan secara resmi pada minggu depan,” tambahnya.
Pebalap muda yang berhasil dikontrak tersebut nantinya akan difasilitasi penuh oleh Sarga, mulai dari seluruh biaya sekolah balapnya di Eropa, mengikuti pertandingan di Mandalika, hingga pelatihan intensif seperti kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) agar siap menghadapi media massa.
