MATARAM, radarntb.com – Di balik aroma Sate Rembiga dan Ayam Taliwang yang menggoda, sebuah diskusi besar tentang masa depan generasi bangsa mengalir hangat di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Rabu (12/5). Tanpa sekat formal, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjamu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, dalam sebuah silaturahmi yang sarat makna.
Pertemuan “meja makan” ini bukan sekadar makan siang biasa, melainkan momentum evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau pelosok Nusa Tenggara Barat.
Kepala BGN RI, Dadan Hindayana, tak segan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov NTB. Berdasarkan data per 9 Mei 2026, NTB tercatat sebagai salah satu provinsi dengan progres pelaksanaan MBG terbaik secara nasional, bahkan melampaui target awal pusat.
Fakta Menarik MBG di NTB:
-
Total Penerima Manfaat: 1.832.808 jiwa.
-
Satuan Pelayanan (SPPG): 820 unit tersebar di 10 Kabupaten/Kota.
-
Kekuatan Relawan: Melibatkan 39.023 orang.
-
Lombok Timur Memimpin: Menjadi daerah dengan SPPG terbanyak (258 unit), disusul Lombok Tengah (179) dan Lombok Barat (126).
“Kalau pemerintah harus membangun dapur sendiri semua, tentu akan berat. Pola kemitraan melalui yayasan dan masyarakat di NTB terbukti efektif membuat program ini bergerak cepat,” ungkap Dadan di sela-sela mencicipi Plecing Kangkung khas Lombok.
Dadan mengakui, sebagai lembaga baru, BGN tak lepas dari sorotan dan kritik publik. Namun, baginya, itu adalah bagian dari proses membangun layanan skala besar yang belum pernah ada selama delapan dekade kemerdekaan Indonesia.
“Memulai kebaikan besar memang harus siap menerima kritik. Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” tegasnya.
Meski progresnya luar biasa, Gubernur Miq Iqbal tetap memberikan catatan penting. Ia melaporkan masih adanya wilayah pinggiran yang belum tersentuh mitra penyelenggara karena jarak geografis yang jauh dari pusat kota.
“Di beberapa desa sudah ada sekolah dan pondok pesantren yang sangat potensial dilayani satu SPPG. Masyarakat di sana sangat membutuhkan program ini,” lapor Miq Iqbal yang langsung direspon cepat oleh Kepala BGN untuk segera memetakan titik layanan baru.
Pertemuan di Pendopo NTB ini membuktikan bahwa kebijakan negara yang berdampak besar seringkali lahir dari percakapan yang jujur dan suasana kekeluargaan. Program Makan Bergizi Gratis kini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam urusan perut dan gizi rakyatnya, dimulai dari kolaborasi apik di tanah Lombok.
