Pamit dari MGPA, Priandhi Satria Tinggalkan Warisan Berharga: “SDM Lokal Kini Sudah Mandiri Kelola Sirkuit Mandalika”

  • Bagikan
Pamit dari MGPA, Priandhi Satria Tinggalkan Warisan Berharga: "SDM Lokal Kini Sudah Mandiri Kelola Sirkuit Mandalika"
Pamit dari MGPA, Priandhi Satria Tinggalkan Warisan Berharga: "SDM Lokal Kini Sudah Mandiri Kelola Sirkuit Mandalika"

THE MANDALIKA, radarntb.com – Rabu, 13 Mei 2026, menandai akhir dari sebuah babak kepemimpinan penting di Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Priandhi Satria, sosok yang menakhodai pengelola Sirkuit Mandalika sejak Januari 2022, secara resmi mengakhiri masa jabatannya melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).

Dengan sikap yang rendah hati dan penuh optimisme, Priandhi menyatakan dukungan penuhnya atas transisi ini dan menyambut kehadiran Ananda Mikola sebagai penerusnya.

Selama empat tahun kepemimpinannya, Priandhi Satria dikenal sebagai direktur yang sangat detail. Fokus utamanya bukan sekadar menyelenggarakan balapan internasional, melainkan membangun fondasi operasional yang kuat dengan melibatkan putra-putri daerah.

Ia mengungkapkan kebanggaannya bahwa saat ini Sirkuit Mandalika tidak lagi bergantung sepenuhnya pada tenaga kerja luar.

“Saat ini kegiatan operasional sirkuit dan motorsport sudah berjalan dengan sangat efisien oleh SDM lokal. Pekerjaan manajemen ke depan kini bisa lebih fokus pada komersialisasi, mencari sponsorship, dan menghadirkan event-event baru,” ujar Priandhi.

Priandhi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan adalah bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Ia yakin di bawah kepemimpinan Ananda Mikola, MGPA akan mendapatkan “angin segar” yang akan membawa performa perusahaan ke level yang lebih tinggi.

“Semakin ramai kegiatan di sirkuit, dampak ekonominya akan semakin luas. Tidak hanya bagi perusahaan, tapi untuk masyarakat sekitar, ekosistem pariwisata, dan nama baik NTB di mata dunia,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai rencana karirnya setelah melepas kursi Direktur Utama, Priandhi mengaku belum memiliki rencana spesifik. Selama ini, seluruh energinya telah dicurahkan sepenuhnya untuk memperbaiki fundamental sirkuit dan mengoptimalkan SDM lokal NTB.

“Saya belum sempat memikirkan akan mengerjakan apa ke depannya. Untuk sementara waktu, saya hanya ingin menikmati betapa bagusnya Mandalika Circuit dari kejauhan,” ungkapnya puitis.

Perpisahan Priandhi Satria menandai berakhirnya fase transformasi operasional yang signifikan. Di bawah arahannya, Sirkuit Mandalika kini berdiri tegak sebagai fasilitas yang mandiri dan profesional. Estafet kepemimpinan kini telah berpindah, membawa harapan besar bagi masa depan sport tourism di Indonesia.

  • Bagikan
Exit mobile version