MATARAM, radarntb.com – Di tengah derasnya arus informasi digital, Bidang Humas Polda NTB tancap gas memperkuat strategi komunikasi publik. Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K., secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Humas 2026 di Ballroom Hotel Aston Mataram, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan besar ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Humas Polda NTB dan Polres se-NTB untuk bertransformasi menjadi komunikator yang lebih kreatif, profesional, dan adaptif terhadap teknologi terbaru.
Wakapolda NTB menegaskan bahwa peran Humas saat ini telah bergeser. Tidak hanya sekadar menyampaikan informasi publik, personel Humas dituntut mampu menunjukkan kerja nyata Polri melalui teknik penyampaian yang out of the box.
“Tugas utama fungsi humas bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menunjukkan kerja nyata Polri melalui media digital dengan teknik penyampaian yang kreatif,” tegas Brigjen Pol. Hari Nugroho.
Menurutnya, di era digital ini, kepercayaan publik (public trust) sangat bergantung pada bagaimana institusi mengelola informasi secara transparan dan menarik.
Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menjelaskan bahwa Rakernis ini adalah ajang evaluasi sekaligus upgrade kemampuan bagi para personel di lapangan.
Ia mengapresiasi kerja keras para Kasi Humas Polres jajaran yang selama ini menjadi jembatan antara kepolisian dan masyarakat di pelosok NTB.
“Terima kasih kepada seluruh pengemban fungsi humas. Apa yang telah kita kerjakan bersama mampu memberikan warna positif bagi Polda NTB. Ini adalah motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.
Melalui Rakernis 2026 ini, Polda NTB menargetkan fungsi humas yang lebih adaptif. Artinya, setiap personel tidak hanya mahir menulis rilis berita, tetapi juga memahami algoritma media sosial dan mampu memproduksi konten yang mengedukasi serta mendinginkan suasana di ruang siber.
Diharapkan, setelah Rakernis ini, komunikasi antara Polri dan masyarakat NTB semakin efektif, responsif, dan mampu meredam berita bohong (hoax) yang seringkali meresahkan warga.
