MATARAM, RadarNTB.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kian agresif membuka keran kerja sama internasional. Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), secara khusus menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang, Miyakawa Katsutoshi, untuk membahas peluang investasi besar di sektor energi terbarukan hingga pengiriman tenaga kerja kelas dunia, Senin (20/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Miq Iqbal menegaskan bahwa NTB sudah sangat siap menjadi mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha dari Negeri Sakura.
Berbeda dengan Bali yang fokus pada pariwisata murni, Miq Iqbal menawarkan potensi “harta karun” NTB di sektor energi dan pertambangan. NTB menawarkan kerja sama pengembangan energi matahari (PLTS) yang sangat potensial untuk menyuplai kebutuhan listrik hingga ke Bali dan NTT.
“NTB memiliki semua yang dibutuhkan. Kami menunggu pembicaraan lanjutan dengan pelaku usaha dari Jepang, terutama untuk investasi industri pengolahan dan energi hijau,” ujar Miq Iqbal.
Sektor ketenagakerjaan juga menjadi sorotan utama. Gubernur memaparkan inovasi pengiriman tenaga kerja ke Jepang yang lebih aman dan terjamin lewat dua pola:
-
Pola Perbankan: Pembiayaan melalui bank daerah yang bekerja sama langsung dengan bank di Jepang.
-
Pola Pendidikan: Kerja sama langsung dengan universitas di Jepang lewat jalur beasiswa, di mana lulusannya langsung direkrut oleh perusahaan-perusahaan besar di sana.
Konjen Jepang, Miyakawa Katsutoshi, mengakui bahwa selama ini investasi dan tren wisata masyarakat Jepang memang lebih banyak tertuju ke Bali. Namun, melihat kesiapan infrastruktur dan situasi terkini di bawah kepemimpinan Miq Iqbal, persepsi itu mulai berubah.
“Kami melihat NTB bisa menjadi partner kerja sama yang layak. Kami sangat antusias menggali informasi terkait izin dan infrastruktur yang ada di sini,” ungkap Miyakawa.
Miyakawa juga memberikan gambaran mengenai perkembangan terkini di Jepang, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun tren bisnis, yang bisa disinergikan dengan potensi perikanan dan pariwisata NTB yang belum tergarap maksimal.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi oleh Kepala Bappeda, Kadis Pariwisata, Kadis Naker, dan Kadis DPMPTSP. Kehadiran para kepala dinas ini bertujuan untuk memberikan jaminan bahwa proses perizinan dan data pendukung investasi di NTB akan diberikan secara transparan dan cepat.
Dengan infrastruktur yang kian matang, NTB optimistis bisa mengalihkan sebagian arus investasi Jepang dari Bali menuju Bumi Gora, khususnya untuk sektor-sektor industri masa depan.













