Banner Iklan Aruna

MotoGP Mandalika Berseberangan dengan F1 Singapura, ITDC Optimistis: Segmen Pasar Beda, Kehadiran Dua Pembalap Indonesia Jadi Kunci

  • Bagikan
MotoGP Mandalika Berseberangan dengan F1 Singapura, ITDC Optimistis: Segmen Pasar Beda, Kehadiran Dua Pembalap Indonesia Jadi Kunci
MotoGP Mandalika Berseberangan dengan F1 Singapura, ITDC Optimistis: Segmen Pasar Beda, Kehadiran Dua Pembalap Indonesia Jadi Kunci

MATARAM, radarntb.com — Kendati jadwal pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 berdekatan dengan ajang balap mobil Formula 1 (F1) di Singapura, pihak PT Pengembangan Pariwisata Indonesia/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mengaku sangat optimistis dan tidak melihat hal tersebut sebagai sebuah kompetisi yang mengancam.

Penanggung Jawab Utama Project MotoGP 2026, Troy, menegaskan bahwa pangsa pasar (target market) antara penggemar F1 dan MotoGP pada dasarnya sangat berbeda. Selain itu, Indonesia memiliki daya tarik utama yang jauh lebih kuat pada gelaran tahun ini, yakni hadirnya dua pembalap nasional yang berlaga di kelas dunia.

“Pertama yang harus kita pahami, F1 dan MotoGP itu market-nya berbeda. Namun kami memiliki level confidence yang jauh lebih tinggi tahun ini karena Indonesia memiliki dua local heroes yang berlaga di Moto2 dan Moto3,” ujar Troy saat memberikan keterangan usai rapat koordinasi bersama Pemprov NTB, Rabu (12/8/2026).

Troy menjelaskan, dampak positif dari hadirnya dua pembalap kebanggaan Tanah Air tersebut sudah terlihat nyata pada pergerakan penjualan tiket yang jauh lebih cepat dan agresif dibandingkan tahun sebelumnya.

“Gejala positifnya terlihat dari pembelian tiket yang bergerak terus setiap hari. Saat ini progresnya sudah mencapai 42 persen, bahkan lebih. Ini menjadi tolak ukur yang sangat baik,” jelasnya.

Dari sisi efisiensi biaya dan akomodasi, menonton MotoGP di Mandalika juga dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan harus pergi ke Singapura. Ketersediaan penerbangan kini semakin luas dan pilihan akomodasi masih sangat terbuka bagi wisatawan luar daerah.

Okupansi Mandalika saat ini sudah terisi sekitar 80 persen (termasuk kawasan tiga Gili)dan okupansi Mataram masih relatif melandai di angka sekitar 30 persen, sehingga sangat potensial untuk menampung lonjakan penonton.

Lebih lanjut, Troy menekankan bahwa keterikatan emosional (emotional bonding) penonton Indonesia terhadap MotoGP jauh lebih erat. Adanya kedekatan antara pembalap dan penggemar—seperti rencana digelarnya Rider Parade di Kota Mataram—menjadi pengalaman berharga yang hanya bisa didapatkan di sirkuit kebanggaan Nusantara ini.

“Penonton MotoGP ini secara emosional lebih dekat. Hadirnya dua pembalap Indonesia menjadi penentu. Saya bisa katakan ini adalah ‘pestanya’ orang Indonesia. Kita sebagai tuan rumah seri ke-18 dari rangkaian ajang MotoGP tentu sangat siap,” tambahnya.

Dukungan masif dari pemerintah pusat melalui publikasi rilis informasi event di berbagai kementerian turut memperkuat persiapan ajang ini. Dengan harga yang lebih terjangkau, kemudahan akses, serta semangat nasionalisme mendukung pembalap lokal, ITDC meyakini MotoGP Mandalika 2026 akan tetap diserbu oleh para penonton dan penggemar setia balap motor.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *