Nasi Balap Puyung Inaq Esun Gunakan Cabai Banyak Banget

  • Bagikan
Nasi Balap Puyung Inaq Esun Gunakan Cabai Banyak Banget
Nasi Balap Puyung Inaq Esun, doc. radarntb.com

LMBOK TENGAH radarntb.com – Nasi Balap Puyung Inaq Esun yang ada di Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, ternyata gunakan Cabai banyak banget.

Dalam sehari Nasi Balap Puyung Inaq Esun menggunakan cabai sebanyak 20 Kilo Gram untuk mencapai rasa maksimal.

Nasi Balap Puyung Inaq Esun, menjadi salah satu kuliner has Lombok yang legendaris di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rasa pedasnya yang tak pernah berubah sejak dahulu, membuatnya terkenal hingga saat ini.

Meski pedas, kuliner Lombok yang satu ini tak pernah sepi dari pembeli.

Nasi Balap Puyung menjadi salah satu kuliner terkenal di Lombok, banyak orang penasaran dengan rasanya.

Pengunjung yang datang bukan hanya dari Pulau Lombok dan TB saja, namun orang luar daerah juga banyak yang penasaran dan mencobanya.

Karena Kuliner ini salah satu yang sangat digemari masyarakat, menjadikannya kuliner yang paling terkenal di Lombok.

Ingin mencobanya, silahkan datang ke Puyung, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Alamat Rumah Makan yang menyediakan Nasi Balap Puyung Inaq Esun ini berada di Tengah Kampung, jika sudah sampai di Puyung anda akan menemukan plang nama yang tertancap dipinggir jalan utama.

Jika anda menggunakan kendaraan roda 4, anda harus memarkirkan kendaraan anda di Pinggir Jalan lalau menyusuri gang.

Jika bingung dengan lokasinya, ada cukup bertanya sama warga sekitar, terkait lokasi warung ini, semua pasti tau.

Perlu diketahui, jumlah Cabai yang dipakai untuk membuat kuliner ini sebanyak 20 kilo gram.

“dalam sehari kita menghabiskan 20 Kg Cabai,” kata pemilik warung Hj Saripah, dalam sebuah kesempatan di rumahnya, Minggu (4/9/2022).

Meski sebanyak itu, pedasnya masih bisa ditahan, sebab tersedia tiga level pedas, mulai dari level rendah, sedang dan tinggi.

Sebagai informasi, walaupun harga cabai melambung, pemilik warung tidak mengurangi takaran cabainya.

“meski harga cabai naik, kita tidak pernah mengurangi takaran, karena kita harus mempertahankan rasa,” katanya.

Melisa, salah satu pelanggan yang ditemui radarntb.com mengaku, rasa pedasnya tidak berubah hingga sekarang.

“saya rasa pedasnya tidak berubah hingga saat ini,” kata Melisa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.