Banner Iklan Aruna

NTB Siap Jadi Pelopor Transformasi Kesehatan Digital, Wagub: Fokus pada Mutu & Kearifan Lokal

  • Bagikan
NTB Siap Jadi Pelopor Transformasi Kesehatan Digital, Wagub: Fokus pada Mutu & Kearifan Lokal
NTB Siap Jadi Pelopor Transformasi Kesehatan Digital, Wagub: Fokus pada Mutu & Kearifan Lokal

LOMBOK BARAT, radarntb.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) kini menjadi magnet bagi para praktisi kesehatan nasional dan siap menjadi pelopor kesehatan digital. Kawasan Senggigi, Lombok Barat, resmi menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Fasilitas Kesehatan Indonesia (PIFKI) 2026 yang berlangsung di Hotel Merumatta, Sabtu (13/6/2026).

Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) ini mengusung tema krusial: “Transformasi Global Mutu Pelayanan Kesehatan Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital”.

Transformasi Digital: Kebutuhan, Bukan Pilihan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi di sektor kesehatan adalah langkah mutlak untuk menjawab tantangan zaman. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Inti dari pelayanan kesehatan tetap pada sentuhan kemanusiaan dan nilai-nilai kearifan lokal.

“Kesehatan digital adalah sebuah keniscayaan. Kita harus memadukan potensi daerah dan kekayaan budaya dengan teknologi untuk menghadirkan layanan yang inklusif dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar sosok yang akrab disapa Umi Dinda tersebut.

NTB kini memposisikan diri sebagai daerah strategis yang siap memelopori transformasi kesehatan di kawasan timur Indonesia. Fokus utamanya adalah peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta optimalisasi pengambilan keputusan berbasis data yang akurat.

Kolaborasi sebagai Kunci Umi Dinda menekankan bahwa pembangunan kesehatan adalah kerja kolektif. Ia mengajak seluruh elemen—mulai dari pemerintah, tenaga medis, hingga organisasi profesi—untuk berhenti berkompetisi dan mulai berkolaborasi demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kesehatan bukan kompetisi antar-fasilitas. Ini adalah kerja bersama. Pemerintah provinsi terus mendorong sinergi agar layanan kesehatan kita semakin merata, adaptif, dan mampu mendukung visi NTB Makmur Mendunia,” tambahnya.

Budaya Mutu dan Integritas Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum LAFKI, dr. Benny H. Tumbelaka, menyatakan bahwa teknologi tidak akan berarti tanpa “budaya mutu”. Ia mengajak para pemangku kepentingan untuk mengedepankan moto “Tatas, Tuhu, Trasna”—yang berarti tulus, benar, dan penuh kasih sayang.

Selain menjadi ajang transfer ilmu bagi para akademisi dan praktisi kesehatan, gelaran PIFKI 2026 di Senggigi ini juga diharapkan membawa dampak positif bagi ekonomi daerah. Sektor pariwisata dan UMKM di Lombok Barat dipastikan ikut bergeliat dengan kehadiran ratusan delegasi dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa NTB tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga menunjukkan kapasitasnya dalam menyelenggarakan forum ilmiah berskala nasional yang berdampak luas bagi kemajuan bangsa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *