MATARAM, RadarNTB.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terus tancap gas dalam memodernisasi sekolah. Memasuki tahun 2026, Pemprov memaksimalkan bantuan pusat untuk menyulap SMA di NTB menjadi lebih modern, merata, dan berkualitas tinggi.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memastikan sekolah di pelosok memiliki standar yang sama dengan sekolah di kota, demi memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Koordinator Pokja Kelembagaan dan Kurikulum Dikbud NTB, Lalu Yaniwardan, M.Pd., mengungkapkan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ini dialokasikan sangat besar untuk menjangkau seluruh kabupaten/kota di NTB.
Rincian penyaluran dana BOS SMA 2026:
-
SMA Negeri (149 Sekolah): Rp160,3 Miliar.
-
SMA Swasta (237 Sekolah): Rp30,47 Miliar.
“Dana ini langsung cair ke rekening sekolah untuk pemeliharaan sarana, pengadaan buku, hingga pembayaran honor guru non-PNS agar proses belajar mengajar tidak terhambat,” jelas Yaniwardan, Kamis (9/4/2026).
Salah satu gebrakan yang paling mencolok adalah transformasi ruang kelas konvensional menjadi kelas digital melalui bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis interaktif digital.
Teknologi layar sentuh ini memungkinkan guru dan siswa berinteraksi langsung dengan materi visual yang canggih. Hingga tahun 2026, sebanyak 356 sekolah dari total 424 SMA di NTB sudah menikmati teknologi ini.
“Ini bukan lagi soal kapur atau spidol. Dengan papan interaktif ini, fokus belajar siswa meningkat dan materi digital jadi lebih mudah dipahami. Kita sedang menyiapkan siswa NTB untuk bersaing di era digital,” tambahnya.
Selain kecanggihan digital, infrastruktur fisik juga menjadi prioritas. Program Revitalisasi Sekolah yang mencakup rehabilitasi gedung dan pembangunan fasilitas baru kini telah mencapai progres 100 persen.
Untuk tahun 2026, Pemprov telah mengusulkan 33 SMA Negeri dan 25 SMA Swasta tambahan untuk menerima program revitalisasi dari pemerintah pusat. Data ini telah melalui sinkronisasi Dapodik yang ketat agar bantuan tepat sasaran.
“Kami memastikan seluruh bantuan pusat memberikan dampak nyata. Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern bagi seluruh anak-anak NTB,” tegas Yaniwardan.













