Opini: Menepis Kekhawatiran Persalinan Berisiko Melalui Tangan Dingin dr. Vidya dan Pelayanan Prima RSUD Kota Mataram
Oleh: Maman (Suami Ibu Jilma)
Dunia medis seringkali dipandang sebagai rentetan prosedur yang kaku. Namun, bagi keluarga kami, perjalanan kehamilan keempat istri saya, Jilma, adalah bukti bahwa empati dan ketelitian seorang dokter serta sistem rumah sakit yang mumpuni dapat mengubah kecemasan menjadi kebahagiaan yang tak terlukiskan.
Perjalanan ini dimulai pada 22 Agustus 2025. Saat itu, kami memutuskan untuk memercayakan kesehatan janin dan istri saya kepada dr. Vidyana, Sp.OG, atau yang akrab kami sapa dr. Via atau dr. Vidya. Bukan keputusan yang mudah, mengingat istri saya mengandung di usia 39 tahun—sebuah usia yang secara medis tergolong rawan dan berisiko tinggi. Belum lagi riwayat medis istri yang pernah menjalani dua kali operasi sesar dan satu kali kuret.
Satu hal yang membuat kami sangat terkesan adalah ketelitian dr. Via. Istri saya sempat dua kali menjalani opname di RSUD Kota Mataram karena mengalami flek terus-menerus. Pada opname pertama, penyebab pastinya belum terdeteksi. Namun, dr. Via tidak menyerah begitu saja. Lewat serangkaian pemeriksaan mendalam pada opname kedua, beliau berhasil menemukan sumber masalahnya: sebuah polip.
Ketelitian seperti inilah yang dibutuhkan oleh pasien. Dokter yang tidak hanya sekadar memberikan obat, tetapi benar-benar mencari akar masalah hingga tuntas.
Di tengah kesibukannya sebagai dokter spesialis, dr. Via menunjukkan sisi kemanusiaan yang luar biasa. Beliau memberikan nomor pribadi kepada kami untuk memastikan komunikasi tetap terjaga. Tidak ada satu pun keluhan yang kami sampaikan melalui WhatsApp atau telepon yang terlewatkan. Beliau bahkan seringkali yang lebih dahulu menanyakan kondisi istri saya. Jika kondisi dirasa berat, dr. Via dengan sigap mengarahkan kami untuk segera ke tempat praktiknya di Jalan Gusti Jelantik Gosa No. 12 Gebang, atau langsung menuju UGD.
RSUD Kota Mataram: Pelayanan Prima Tanpa Diskriminasi
Apresiasi setinggi-tingginya juga kami tujukan kepada RSUD Kota Mataram. Sebagai pasien BPJS, kami merasakan pelayanan yang sungguh memuaskan—sebuah pengalaman yang jauh berbeda dari pengalaman kami di rumah sakit lain saat persalinan anak pertama dan kedua.
Satu hal yang patut dicontoh adalah prinsip “tindakan medis didahulukan”. Saat kondisi darurat di UGD, istri saya langsung ditangani dengan cepat tanpa hambatan administrasi. Urusan surat-menyurat baru diselesaikan setelah pasien masuk ruang penanganan. Ini adalah bentuk nyata dari pelayanan kesehatan yang memanusiakan manusia.
Hingga akhirnya pada Maret 2026 ini, buah hati kami lahir dengan selamat. Keberhasilan ini tidak lepas dari kesabaran dr. Vidya yang terus memantau dan memberikan arahan tanpa henti selama berbulan-bulan.
Melalui tulisan ini, saya mewakili istri dan keluarga besar ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Vidyana, Sp.OG dan seluruh tim medis RSUD Kota Mataram.
Semoga dedikasi dan pelayanan prima ini terus dipertahankan, karena bagi kami, kalian bukan sekadar petugas kesehatan, melainkan pahlawan yang membantu menjaga harapan keluarga kami tetap hidup.
