Banner Iklan Aruna

Tragis, Diduga Terjerat Judi Online, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Pantai Tanjung Busur

  • Bagikan
Tragis, Diduga Terjerat Judi Online, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Pantai Tanjung Busur
Tragis, Diduga Terjerat Judi Online, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Pantai Tanjung Busur

LOMBOK UTARA, radarntb.com – Peristiwa memilukan terjadi di Pantai Tanjung Busur, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Senin (15/6/2026). Seorang pria berinisial AH (58), warga setempat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir pantai.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sekaligus menjadi alarm keras bagi masyarakat mengenai bahaya laten judi online yang kini semakin meresahkan.

Jasad AH pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan, Aprianto, sekitar pukul 17.30 WITA saat hendak pulang melaut. Awalnya, ia mengira objek yang tergeletak di pesisir adalah kayu yang hanyut. Namun, betapa terkejutnya ia saat mendapati sosok laki-laki yang sudah tidak bernyawa.

Informasi ini dengan cepat menyebar, memicu kehadiran warga di lokasi. Salah satunya adalah MF (17), yang tak kuasa menahan isak tangis saat mengetahui bahwa jasad tersebut adalah ayah kandungnya.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, IPTU I Komang Wilandra, SH., MH., mewakili Kapolres AKBP Agus Purwanta, S.I.K., menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP, petugas menemukan dua lembar surat wasiat dalam saku celana korban.

Dalam surat berbahasa Sasak tersebut, AH menitipkan pesan kepada anak-anaknya untuk menjaga barang peninggalan dan berpesan agar tetap hidup dengan baik.

Pesan ini menjadi bukti terakhir perjuangan batin korban sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri hidup. “Ini adalah pesan perpisahan yang sangat emosional. Kami sangat berduka atas kejadian ini,” ujar I Komang Wilandra.

Hasil pemeriksaan terhadap ponsel milik korban mengungkap fakta yang menjadi dugaan kuat motif di balik tindakan tersebut. Polisi menemukan riwayat tagihan pinjaman serta aktivitas intensif dalam permainan judi online jenis togel.

“Berdasarkan fakta di lapangan dan isi ponsel korban, kesimpulan sementara menunjukkan korban diduga kuat mengalami tekanan ekonomi dan beban psikologis akibat jeratan judi online,” jelas I Komang Wilandra.

Pihak medis yang melakukan pemeriksaan luar (Visum et Repertum) memastikan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Cairan yang keluar dari mulut korban dipastikan merupakan efek dari kondisi medis saat tenggelam.

Keluarga korban, meski terpukul, telah menyatakan sikap untuk menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi lebih lanjut. Jenazah AH kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak.

Tragedi di Pantai Tanjung Busur ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat mengenai bahaya nyata judi online. Institusi terkait di NTB terus mengimbau agar masyarakat segera menjauhi segala bentuk perjudian karena dampaknya tidak hanya menghancurkan finansial, tetapi juga mengancam kesehatan mental hingga merenggut nyawa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *