MANDALIKA, radarntb.com – Kejuaraan balap motor nasional Mandalika Racing Series (MRS) round-4 yang berlangsung 20-21 September kemerin telah usai, MGPA, IMI dan Dispar NTB Sebut Dampaknya Untuk MotoGP, Kadispar khusus soroti dampaknya untuk pariwisata NTB.
Mandalika Racing Series (MRS) round-4 ini memiliki peran krusial sebagai ajang uji coba terakhir dalam menyambut ajang balap dunia MotoGP yang akan digelar pada 3-5 Oktober di Sirkuit Mandalika.
Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, pada Minggu (21/9/2025), serta didukung oleh pernyataan dari Deputi Olahraga Sepeda Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Eddy Saputra, dan Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia.
Menurut Priandhi Satria, MRS dimanfaatkan secara optimal untuk menguji seluruh aspek operasional sirkuit, baik saat acara balap (race) maupun di luar balap (non-race).
“Di race, ada timing system, ada sensor, ada digital flag, ada sound system, ada LED display, semua kita hidupkan, kita lihat mana yang berfungsi, mana yang tidak, ini menjadi ujian kita terakhir menuju MotoGP,” ” ujar Priandhi.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya persiapan non-race, termasuk penataan area paddock dan kesiapan para marshal yang berperan penting dalam keselamatan dan kelancaran acara.
“Persiapan marshal mencakup berbagai tugas, seperti penggunaan bendera, pemadam api, dan alat bantu lainnya,” terangnya.
Eddy Saputra dari IMI Pusat menambahkan bahwa penyelenggaraan MRS memberikan banyak pelajaran, terutama dalam hal persiapan sesuai standar FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme), seperti kesiapan marshal. Ia menegaskan bahwa sirkuit sudah dalam kondisi prima.
“Persiapan sirkuit sudah sangat baik. Mulai dari pengecatan, perbaikan run-off area, perbaikan di tribun-tribun, semua sudah diperbaiki,” jelas Eddy.
Ia juga memastikan bahwa peralatan elektronik yang didatangkan dari luar negeri sudah sesuai standar, sehingga tidak akan ada keluhan dari pembalap maupun penyelenggara MotoGP.
Selain itu, Eddy Saputra juga menyoroti peran penting MRS dalam menjaring bibit-bibit pembalap muda berbakat dari Nusa Tenggara Barat.
Adanya pembalap lokal yang berpartisipasi dalam kejuaraan ini menjadi bukti bahwa Mandalika telah menjadi pusat pengembangan bakat balap di Indonesia.
Ahmad Nur Aulia, Kepala Dinas Pariwisata NTB, menyambut baik gelaran balap di Mandalika Racing Series ini, ia mengatakan bahwa semakin banyak event di Sirkuit Mandalika semakin banya puluang untu Priwisata NTB.
“Dengan semakin banyaknya gelaran di Sirkuit Mandalika, tanda-tanda kehidupan itu akan lebih terbuka lagi di Mandalika, efeknya untu NTB tentu sangat jelas, karena pesertanya bukan hanya orang lokal saja, justru lebih banyak dari luar daerah,” katanya.
“Ini menunjukkan bahwa ajang balap tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi lokal,” pungkasnya.













