Banner Iklan Aruna

Polres dan Bhayangkari Lotara Merajut Kedekatan Lewat Literasi dan Kearifan Lokal

  • Bagikan
Polres dan Bhayangkari Lotara Merajut Kedekatan Lewat Literasi dan Kearifan Lokal
Polres dan Bhayangkari Lotara Merajut Kedekatan Lewat Literasi dan Kearifan Lokal

LOMBOK UTARA, radarntb.com – Kepolisian Resor (Polres) dan Bhayangkari Lombok Utara (Lotara) terus memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, kali ini mereka berkolaborasi merajut kedekatan dengan masyarakat lewat literasi dan kearifa lokal.

Salah satu inisiatif terbarunya, program “Gowes Kamtibmas”, membawa Kapolres AKBP Agus Purwanta S.I.K bersama Ketua Bhayangkari Ny. Heny Agus Purwanta menyambangi Desa Bayan, sebuah pusat budaya Suku Sasak-Bayan di Lotara.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta S.I.K menjelaskan bahwa Gowes Kamtibmas lebih dari sekadar kegiatan fisik.

“Ini adalah ruang dialog, tempat warga bisa leluasa menyampaikan aspirasi. Kami datang untuk mendengar, dan memastikan setiap masukan ditindaklanjuti,” katanya.

Agus juga menyoroti pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat adat. Menurutnya, partisipasi aktif polisi dalam acara-acara adat menunjukkan adanya kepercayaan yang kuat dari masyarakat.

“Sambutan hangat dari para tokoh dan warga menjadi energi positif bagi kami. Ini membuktikan bahwa Polres Lotara sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa, Gowes Kamtibmas, yang kini sudah menyentuh 20 desa, diharapkan dapat memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat, sembari melestarikan kearifan lokal.

Sementara itu, Ny. Heny Agus Purwanta mengusung misi literasi dengan menyerahkan buku karyanya kepada Kepala Desa Bayan.

“Saya berharap pimpinan desa bisa menjadi teladan dalam budaya membaca,” ucapnya.

Di tengah kunjungannya, ia juga terinspirasi oleh para penenun di Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Melihat nenek berusia 90 tahun masih produktif menenun adalah pemandangan luar biasa. Kita harus memastikan tenun Bayan terus lestari hingga ribuan tahun ke depan,” tegasnya.

Selain literasi dan dialog, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemberian 50 paket bantuan sosial, layanan kesehatan gratis, dan sosialisasi pencegahan pernikahan dini serta stunting.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *