Banner Iklan Aruna

Bukan Sekadar Seremonial, Anak Usaha ITDC Tanam 250 Mangrove di Bali dan Garansi Perawatan hingga 3 Tahun

  • Bagikan
Bukan Sekadar Seremonial, Anak Usaha ITDC Tanam 250 Mangrove di Bali dan Garansi Perawatan hingga 3 Tahun
Bukan Sekadar Seremonial, Anak Usaha ITDC Tanam 250 Mangrove di Bali dan Garansi Perawatan hingga 3 Tahun

THE NUSA DUA, RadarNTB.com – Aksi nyata menyelamatkan lingkungan pesisir kembali ditunjukkan oleh grup badan usaha milik negara. Merayakan hari jadinya, ITDC Nusantara Utilitas (NU) yang merupakan anak usaha dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), tancap gas menanam 250 bibit mangrove di area Pudut, Desa Adat Tanjung Benoa, Bali, Selasa (19/5/2026).

Langkah taktis ini diambil sebagai respons konkret terhadap ancaman abrasi pantai dan perubahan iklim global yang kian mengkhawatirkan di wilayah pesisir.

Aksi penghijauan ini tidak dilakukan sendirian. ITDC NU berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Hutan Raya (UPTD Tahura) Bali, Yayasan Baruna Baralama, serta sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) lokal. Sinergi ini mencerminkan komitmen kolektif demi membangun benteng alami di kawasan pantai wisata dunia tersebut.

Satu hal yang membedakan gerakan ini dengan aksi lingkungan kebanyakan adalah komitmen pasca-penanaman. Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas, A.A. Istri Ratna Dewi, menegaskan bahwa pihaknya mengharamkan proyek yang sifatnya hanya seremonial belaka lalu ditinggalkan begitu saja.

“Kami menerapkan pendekatan keberlanjutan. ITDC Nusantara Utilitas menggaransi adanya proses monitoring (pemantauan) dan perawatan intensif pada bibit-bibit mangrove ini hingga tiga tahun ke depan. Langkah ini wajib dilakukan untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh, sehingga manfaat ekologisnya benar-benar optimal bagi alam,” tegas Ratna Dewi.

Menurut Ratna, sebagai perusahaan penyedia utilitas terintegrasi, kelestarian lingkungan wajib berjalan beriringan dengan pengembangan bisnis pariwisata. Mangrove sendiri memiliki peran strategis sebagai paru-paru pesisir, peredam abrasi, sekaligus rumah atau habitat alami bagi biota laut.

Apresiasi tinggi datang dari Pendiri Yayasan Baruna Balarama, I Nyoman Ridet Artikanaya. Ia menyebut area Pudut saat ini memang tengah menghadapi tantangan lingkungan yang cukup berat, terutama kikisan abrasi laut.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian nyata dari ITDC Nusantara Utilitas. Langkah kecil yang terencana dengan baik hari ini akan memberikan dampak besar bagi generasi mendatang agar mereka masih bisa menikmati keindahan dan kelestarian pesisir kita,” kata Nyoman Ridet.

Dengan berpatokan pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), ITDC Nusantara Utilitas berharap pemulihan area Pudut di Tanjung Benoa ini bisa mengakselerasi penyerapan karbon alami secara bertahap. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus meluncurkan program-program utilitas yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *