MATARAM, Radarntb.com – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Mataram sukses membuat gebrakan besar di awal tahun 2026. Melalui wadah baru bernama Tim Madrasah Riset, sekolah berbasis keagamaan ini membuktikan diri mampu bersaing ketat di panggung sains dan teknologi tingkat nasional.
Kepala MAN 2 Mataram, Sumber Hadi, S.Ag., M.Ag., mengungkapkan bahwa tim riset ini sengaja dibentuk sebagai bagian dari komitmen madrasah untuk melahirkan generasi yang unggul, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan modern.
“Madrasah hari ini bukan hanya berkelut dalam bidang keagamaan saja, tetapi harus tahu dengan sains dan paham dengan teknologi. Namun, seluruh penguasaan itu tetap harus ditopang oleh fondasi iman dan akhlakul karimah,” ujar Sumber Hadi saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Meski terhitung baru seumur jagung sejak diresmikan pada pertengahan Januari 2026 lalu, Tim Madrasah Riset MAN 2 Mataram langsung menunjukkan taringnya.
Madrasah ini mengirimkan 13 tim untuk berlaga di ajang bergengsi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Hasilnya pun sangat fantastis.
“Alhamdulillah, dari 13 tim yang kami kirim kemarin, 11 tim di antaranya dinyatakan lolos seleksi tahap awal. Ini adalah capaian luar biasa dari anak-anak yang tergabung dalam tim riset,” beber pihak manajemen madrasah mendampingi Kepala MAN 2 Mataram.
Sebelas tim yang lolos tersebut membawa beragam topik penelitian yang sangat variatif dan inovatif, mulai dari pengembangan teknologi robotik, kajian sosial budaya, hingga penelitian bidang keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Saat ini, pihak madrasah tengah bergerak cepat mematangkan persiapan ke-11 tim tersebut agar bisa menembus babak final di tingkat nasional dan terbang ke Jakarta.
Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari bimbingan intensif, penyediaan narasumber ahli, fasilitas laboratorium di Fakultas MIPA Universitas Mataram (Unram), hingga dukungan anggaran, difasilitasi penuh oleh pihak madrasah.
Sebagai informasi, tim riset ini bergerak secara kolaboratif melibatkan pembina OSIS (Orsima), pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta menggandeng mentor eksternal dari universitas ternama seperti Unram dan UIN.
“Kami menerapkan pola pembinaan yang terukur, bukan sekadar jalan. Tim riset bertugas merancang, mengawal, dan memfasilitasi agar bakat meneliti anak-anak ini bisa keluar secara maksimal. Target kami pada bulan Juni depan, seluruh makalah dan presentasi sudah rampung dengan kualitas terbaik,” pungkas Sumber Hadi optimistis.













