MATARAM, radarntb.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram semakin memantapkan langkahnya dalam pengembangan bidang ilmu kesehatan. Wakil Rektor UIN 1 Mataram, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Pd., mengungkapkan bahwa universitas kini memiliki dua program studi (prodi) unggulan yang sangat diminati, yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Keperawatan Anestesiologi. jalur mandiri segera dibuka Mei ini.
Dalam rapat koordinasi yang digelar pada 29 April 2026 bersama jajaran dokter, perawat, dan staf terkait, Prof. Adi Fadli menegaskan kesiapan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari membludaknya pendaftar pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang mencapai angka 200 orang, sementara daya tampung yang tersedia hanya untuk 14 mahasiswa.
“Kami baru saja mengadakan workshop kurikulum OBE (Outcome Based Education) untuk Keperawatan Anestesiologi di Golden Palace dengan menghadirkan narasumber dari asosiasi dan kolegium anestesiologi agar kurikulum kita benar-benar matang saat perkuliahan dimulai pada semester ganjil mendatang,” ujar Prof. Adi Fadli, usai menggelar rapat bersama jajaran dokter, perawat, dan staf terkait, di UIN Mataram, Rabu (29/4/2026).
Untuk menunjang aspek praktis, UIN Mataram telah menyiapkan ruang kelas dan laboratorium terpadu di dalam kampus. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat langsung mempraktikkan teori yang didapat dengan lebih efisien. Prof. Adi juga memastikan bahwa kebutuhan tenaga pengajar telah terpenuhi, baik dari internal maupun pakar dari luar institusi.
Bagi calon mahasiswa yang belum berhasil melalui jalur SNBP atau SNBT, UIN Mataram akan membuka pendaftaran Jalur Mandiri pada bulan Mei 2026. Menariknya, terdapat kuota khusus bagi jalur Mandiri Prestasi Non-Akademik, yang meliputi: Hafiz Al-Qur’an minimal hafalan 15 juz ke atas, Juara Bidang Olahraga/Seni tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional dan Aktivis Organisasi pernah jadi Ketua OSIS dan pernah menjadi ketua organisasi pelajar pondok. sementara Pramuka, PMI, Paskib tidak masuk menjadi syarat tersebut.
Perkuliahan direncanakan mulai berjalan pada tanggal 25 atau 26 Agustus 2026. UIN Mataram menargetkan masing-masing prodi akan diisi oleh dua kelas dengan kapasitas sekitar 30 mahasiswa per kelas, atau total sekitar 120 mahasiswa baru untuk kedua program studi kesehatan tersebut.
“Semua persiapan, mulai dari tempat hingga peralatan praktik, sedang kita rampungkan semester ini. Jadi, di akhir Agustus nanti, mahasiswa sudah siap masuk dan belajar secara optimal,” pungkasnya.













