MANDALIKA, radarntb.com — Badan Pusat Statistik (BPS) RI menerjunkan tim khusus untuk mengukur dan menganalisis dampak perekonomian dari penyelenggaraan ajang MotoGP Mandalika 2026. Kajian ini dilakukan guna melihat sejauh mana kontribusi perhelatan balap motor internasional tersebut terhadap ekonomi lokal maupun nasional.
Kepala BPS RI, Amalia Andininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengutus tim ke lapangan saat menghadiri Grand Opening Mandalika Street Food Festival di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (9/9/2026).
“Kami diminta untuk melakukan survei dampak pelaksanaan MotoGP. Tim sudah kami turunkan ke lapangan. Sasaran survei tidak hanya penonton atau pengunjung, tetapi juga pelaku UMKM untuk melihat dampak riil yang dirasakan,” ujar Amalia.
Amalia menjelaskan, perhelatan MotoGP Mandalika diperkirakan menarik sekitar 160 ribu penonton ke Pulau Lombok. Jumlah mobilitas yang besar ini dinilai memberikan gairah ekonomi yang signifikan, mulai dari sektor pariwisata hingga moda transportasi.
“Kini okupansi hotel meningkat pesat, bahkan beberapa hotel sudah penuh. Tiket pesawat juga terisi penuh hingga ada penerbangan tambahan (extra flights) sebanyak 68 penerbangan dari berbagai provinsi menuju Lombok,” bebernya.
Meski mengakui adanya peningkatan harga pada tiket pesawat dan akomodasi hotel, Amalia menilai fenomena tersebut memicu efek pengganda (multiplier effect) yang positif bagi daya beli masyarakat serta perputaran ekonomi daerah.
Dalam survei ini, BPS akan mengumpulkan berbagai indikator data secara detail. Poin-poin analisis yang diteliti meliputi nilai dan struktur pengeluaran penonton, lama tinggal (length of stay), pilihan lokasi menginap, mobilitas wisatawan pasca-event, hingga karakteristik demografi pengunjung seperti usia dan jenis kelamin.
“Semua data pengeluaran dan pergerakan penonton akan kami hitung dan analisis. Hasil kajian ini nantinya akan kami serahkan kepada pemerintah serta BUMN penyelenggara sebagai bahan masukan dan evaluasi agar MotoGP tahun depan dapat memberikan dampak yang lebih optimal bagi kesejahteraan masyarakat lokal,” penjelasnya.
Secara kasat mata, Amalia menilai ajang kelas dunia ini berhasil mendorong gairah ekonomi di Lombok. Namun, angka pasti mengenai besaran nilai dampak ekonominya baru akan dirilis secara resmi oleh BPS setelah seluruh data lapangan terkumpul dan selesai dianalisis.













