LOMBOK TENGAH, radarntb.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) sukses mengawal dan mengamankan pergerakan ratusan ribu penonton serta ribuan kendaraan selama gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2026) di Pertamina Mandalika International Circuit. Tingginya antusiasme masyarakat pada tahun ini tercatat menggerakkan hingga 157 ribu penonton yang memadati kawasan sirkuit.
Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda NTB, tercatat sebanyak 7.602 kendaraan terparkir secara resmi di seluruh kantong parkir yang disediakan penyelenggara.
Selain kendaraan yang terparkir, lalu lalang kendaraan operasional di jalan raya terjadi secara intensif setiap jamnya. Pergerakan ini didominasi oleh shuttle bus penjemput penonton, taksi online, armada logistik UMKM, hingga kendaraan umum tanpa stiker resmi yang terpaksa diputar balik oleh petugas di titik penyekatan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda NTB Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso, S.I.K., menyatakan bahwa manajemen pergerakan massa dan lalu lalang armada setiap jamnya telah diantisipasi melalui skema penyekatan terpadu.
“Kami mencatat pergerakan penonton mencapai 157 ribu orang dengan total 7.602 kendaraan terparkir di seluruh kantong parkir resmi. Di luar itu, mobilisasi kendaraan sangat tinggi setiap jamnya, mulai dari shuttle bus antar-jemput, taksi online, hingga truk logistik UMKM. Petugas juga tegas memutarbalikkan kendaraan umum yang tidak mengantongi stiker resmi demi menjaga kelancaran jalur utama,” ujar Dirlantas Polda NTB.
Pengaturan lalu lintas dilakukan secara ketat di simpul-simpul vital seperti Bandara Internasional Lombok (BIL), Bundaran Bizam, dan persimpangan Sengkol.
Ketegasan petugas dalam menyaring kendaraan serta kesiapsiagaan armada pengangkut membuat alur mobilitas masyarakat dan penonton tetap mengalir lancar, tertib, dan aman selama ajang balap dunia berlangsung.
“Tahun ini stiker parkir diperiksa ketat menggunakan alat pemindai di tiap checkpoint. Kendaraan yang tidak sesuai atau tidak memiliki stiker langsung diputarbalikkan sebelum memasuki ring utama sirkuit, sehingga tidak mengganggu flow atau pergerakan arus di dalam kawasan,” ujar Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso saat ditemui di sela-sela pemantauan situasi lalu lintas MotoGP, Minggu (11/10/2026).
Selain pemeriksaan stiker secara presisi, Polda NTB juga memperluas jangkauan pemantauan dengan memperkuat pemantauan melalui kamera CCTV di kawasan-kawasan rawan kemacetan, persimpangan utama, hingga pintu masuk/keluar KEK Mandalika.
“Pemantauan ketat melalui CCTV ini sangat membantu personel di lapangan. Begitu terlihat ada titik kemacetan atau penumpukan kendaraan, pantauan pusat kendali langsung memberikan arahan sehingga pergerakan petugas untuk mengurai arus menjadi sangat cepat dan terukur,” tambah Kombes Pol. Iman Pribadi Santoso.
Secara umum, integrasi antara rekayasa jalur searah (one way system), penyediaan armada shuttle bus yang responsif, pemanfaatan alat pemindai stiker, serta pemantauan CCTV secara real-time dinilai berhasil menjaga ketertiban mobilitas kendaraan selama gelaran balap kelas dunia tersebut berlangsung.













