MANDALIKA, radarntb.com — Direktur Utama (Dirut) PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kesuksesan penyelenggaraan ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit pada tahun 2026 ini. Berdasarkan data, jumlah penonton pada tahun ini berhasil mencatatkan rekor baru dengan menembus angka 157.000 pengunjung.
“Pertama-tama, terima kasih kepada semua pihak, terutama masyarakat NTB. Kita mencetak rekor tahun ini dengan 157.000 pengunjung, jauh melampaui tahun lalu, dan ini menjadi highest event,” ujar Dirut Injourney dalam keterangan persnya, Minggu (11/9/2026).
Maya mengungkapkan bahwa Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP mengakui penyelenggaraan tahun ini sebagai salah satu yang terbaik dan paling rapi di dunia. Terlebih lagi, acara pembukaan (opening ceremony) disaksikan oleh sekitar 700 juta pasang mata di seluruh dunia melalui 200 media penyiaran.
Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan besar ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tenaga kerja lokal asal NTB yang terlibat di berbagai lini operasional. Bahkan, beberapa tenaga kerja asal NTB turut dibawa untuk mendukung perhelatan MotoGP di negara lain seperti Australia dan Jepang.
“Semua tenaga kerja lokal dari NTB, jadi ini pastinya sangat membanggakan. Bahkan beberapa dari mereka sudah kita bawa ke MotoGP di Australia dan Jepang,” imbuhnya.
Dampak langsung (multiplier effect) dari perhelatan MotoGP Mandalika 2026 ini diperkirakan menghasilkan perputaran nilai ekonomi nasional dan daerah sekitar Rp5 triliun. Pertumbuhan ekonomi ini turut berkontribusi positif terhadap penurunan angka kemiskinan di NTB serta mendongkrak produk domestik regional bruto (PDRB) daerah.
“Estimasi dampak ekonomi yang didapatkan dari MotoGP ini sekitar Rp5 triliun, jadi sangat signifikan besarnya. Tingkat kemiskinan di NTB juga turun cukup signifikan sejak adanya MotoGP, dari 14 persen menjadi 11 persen, dan PDRB di NTB mencapai 10,42 persen yang mana di atas rata-rata nasional,” jelas Maya.
Lonjakan jumlah penonton ini turut berimbas pada tingkat okupansi hotel, penyewaan kendaraan, serta penambahan penerbangan tambahan (extra flights) sebanyak 66 penerbangan, termasuk penggunaan badan pesawat berbadan lebar (wide-body) seperti jenis triple-seven.
Tidak hanya itu, tingginya minat wisatawan juga menarik para investor, termasuk dari Spanyol, yang mulai melirik dan membangun fasilitas akomodasi seperti vila-vila di kawasan Mandalika. Ke depan, InJourney bersama ITDC berkomitmen untuk terus konsisten mengembangkan infrastruktur pariwisata berbasis sport tourism guna memastikan pemerataan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.













