JAKARTA, radarntb.com – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menutup tahun 2025 dengan capaian gemilang. Melalui serangkaian event skala nasional dan internasional di berbagai kawasan—mulai dari The Mandalika, The Nusa Dua, The Golo Mori, hingga Danau Toba—ITDC tidak hanya berhasil menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga membuktikan peran strategis event dalam menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal dan nasional.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa fokus utama sepanjang 2025 adalah transformasi destinasi melalui event yang berkelanjutan.
“Event bukan sekadar ajang promosi, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan roda ekonomi secara inklusif. Kami melihat dampak nyata pada penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan UMKM yang signifikan,” ujar Ahmad Fajar.
Sorotan Keberhasilan di Berbagai Kawasan
Pertama, rekor penonton & dampak Ekonomi Masif: Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 kembali menjadi primadona. Dengan kenaikan jumlah penonton sebesar 15,7% dari tahun sebelumnya, MotoGP™ 2025 mencatatkan:
-
Total Penonton: 140.324 orang.
-
Okupansi Hotel: Mencapai 100% di kawasan Mandalika dan 90% di Kota Mataram.
-
Multiplier Effect: Kontribusi ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun.
-
Tenaga Kerja: Menyerap 3.000 tenaga kerja lokal (67% warga asli Lombok Tengah).
-
Dukungan UMKM: Melibatkan lebih dari 800 UMKM kuliner dan kerajinan.
Berikutnya, destinasi Premium & Kualitas Wisatawan: Di Labuan Bajo, International Golo Mori Jazz 2025 mempertegas posisi kawasan sebagai destinasi eksklusif.
-
Kualitas Konsumsi: Rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai Rp2,9 juta/hari.
-
Efisiensi Investasi: Melalui Golo Mori Sunset Run, setiap Rp1 investasi mampu menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp2,1 bagi masyarakat setempat.
Selanjutnya: Lokomotif Ekonomi Kreatif Bali: The Nusa Dua Festival 2025 sukses menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif. Event ini tidak hanya mengisi hunian hotel, tetapi juga berkontribusi langsung pada sektor transportasi dan kuliner yang menyumbang lebih dari 20% PDRB Bali.
Terakhir, dominasi Water Sports Dunia: Penyelenggaraan Aquabike World Championship dan F1 Powerboat menjadi motor penggerak di Sumatera Utara dengan tingkat hunian hotel stabil di angka 70–90%. Event ini secara efektif meningkatkan jam kerja tenaga lokal dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi erat antara ITDC, pemerintah, dan komunitas lokal. ITDC juga memastikan seluruh kegiatan berjalan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Kami merancang setiap event sesuai karakter khas masing-masing kawasan. Komitmen kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini bersifat inklusif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar,” tambah Ahmad Fajar.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian event ITDC selama 2025 membuktikan bahwa pengelolaan destinasi berbasis experience mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga triliunan rupiah, sekaligus memantapkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam peta pariwisata internasional.













